|
Kendari
KM Trisnawaty Nyaris Karam di Perairan Wawaoni
Senin, 19 Juli 2004 | 18:33 WIB
TEMPO Interaktif, Kendari: Sebuah kapal yang sarat penumpang nyaris tenggelam di sekitar perairan Pulau Wawoni, sekitar 10 mil laut dari pelabuhan teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. KM Trisnawaty, yang berangkat dari Pulau Roko-Roko, Senin (19/7) sekitar pukul 09.00 Wita dihantam ombak besar dan sempat terkatung-katung di tengah laut selama kurang lebih empat jam. Lokasi kejadian di sekitar Pertemuan Cempedak, yang merupakan tempat pertemuan arus laut dan dikenal berombak ganas.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat memasuki kawasan perairan Pertemuan Cempedak, KM Trisnawaty
dihantam ombak setinggi kurang lebih tiga meter. Akibatnya, salah satu bagian di lambung kapal bocor. Tanpa bisa dicegah, air laut masuk memenuhi lantai kapal yang berbobot 3 Groos Ton (GT) itu.
Sebanyak 43 penumpang termasuk lima ABK KM Trisnawaty langsung panik melihat lantai kapal dipenuhi air laut. Apalagi, sebagian besar penumpang merupakan anak-anak yang hendak kembali ke sekolah setelah menghabiskan masa liburannya usai ujian kenaikan kelas.
Beruntung, Nakhoda KM Trisnawaty, Ibnu Hajar segera memerintahkan ABK-nya untuk mengarahkan kapal ke salah satu pulau kecil tak berpenghuni yang ada di sekitar lokasi kejadian. Namun, air laut tak kunjung berhenti
masuk ke perut kapal. "Saat itu, posisi kapal sudah dalam keadaan sedikit miring," kata Wahid, 28 tahun, Juru Mudi KM Trisnawaty kepada Tempo News Room di Kendari, Senin (19/7). Parahnya lagi, kata Wahid, kapalnya tak dilengkapi dengan alat komunikasi berupa radio panggil sehingga mereka kesulitan untuk meminta bantuan.
Beruntung, sekitar pukul 14.00 Wita lewat kapal milik Search and Rescue (SAR) Kendari di sekitar lokasi
kejadian. Kapal milik SAR Kendari itu sendiri sedang dalam perjalanan pulang untuk mengisi bahan bakar
setelah sejak pagi melakukan pencarian terhadap KM Amami yang tenggelam di laut Banda, sekitar 180 mil
laut dari Pelabuhan Teluk Kendari.
Akhirnya, seluruh penumpang berhasil diselamatkan dan dengan menumpang kapal milik SAR mereka diantar menuju pelabuhan Kendari. Menurut Wahid, enam orang rekannya termasuk Nakhoda Ibnu Hajar saat ini masih berada di kapal KM Trisnawaty. Mereka sengaja tak ikut naik di kapal SAR Kendari karena hendak memperbaiki kapal yang bocor.
Kepala Kantor SAR Kendari Rocky Asikin mengatakan, terhitung sejak akhir Mei hingga bulan September,
kondisi perairan laut di Sulawesi Tenggara kurang bersahabat. Pada bulan-bulan itu, angin kencang dan
ombak besar sebagai akibat pengaruh musim Barat kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di laut. "Masalahnya lagi, banyak kapal milik nelayan di sini yang tak dilengkapi alat komunikasi sehingga kami juga
kesulitan untuk memberikan pertolongan," katanya.
Pada 17 Juli lalu, KM Amami tenggelam di perairan laut Banda dan hingga kini ke 14 orang ABK-nya belum ditemukan tim penolong.
Dedy Kurniawan - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|