Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kendari

KM Amami Tenggelam di Laut Banda
Senin, 19 Juli 2004 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Kendari:Sebuah kapal barang, KM Amami yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tujuan pelabuhan Piru di Pulau Seram, Maluku Tengah, tenggelam di sekitar perairan laut Banda akibat diserang badai dan ombak kencang. Dari 16 penumpangnya, baru dua orang yang berhasil diselamatkan.

Informasi yang dihimpun dari Kantor Search and Rescue(SAR) Kendari menyebutkan, KM Amami yang berbobot 714 groos ton (GT) tenggelam pada hari Sabtu tanggal 17 Juli 2004 sekitar pukul 00.05 Wita.

"Informasi soal tenggelamnya KM Amami baru kami terima
tadi malam sekitar pukul 22.00 Wita," kata kepala SAR
Kendari Rocky Asikin kepada Tempo News Room di Kendari, Senin (19/7).

Menurut Rocky, pihaknya mendapat laporan soal
tenggelamnya KM Amami itu dari Administrasi Pelabuhan
(Adpel) Pelabuhan Ambon. "Tadi pagi tim SAR Kendari
dengan kekuatan penuh sudah berangkat menuju ke
lokasi," ujar Rocky.

Selain kapal milik tim SAR sendiri, Pangkalan Angkatan
Laut (Lanal) Kendari juga akan mengerahkan dua kapal
miliknya. Salah satunya yakni KM Bokori. Rocky
mengatakan, lokasi tenggelamnya KM Amami diantara
perairan Pulau Buton dan Pulau Buru yang berjarak
sekitar 180 mil laut dari Pelabuhan Kendari atau 80
mil dari Pulau Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi.

Jumlah Anak Buah Kapal (ABK) di KM Amami yang rutin memuat Sembako tujuan ke Pulau Seram itu sebanyak 14 orang. Dua orang lainnya, kata Rocky, sesuai laporan dari kantor Adpel Ambon ikut menumpang di kapal tersebut.

Menurut Rocky, dua ABK KM Amami yang berhasil
diselamatkan masing-masing Muhammad Hadi, 26 tahun,
(Masinis I) dan Thamrin, 37 tahun, (Kelasi).

Sekitar pukul 16.00 Wita tanggal 17 Juli 2004, kedua ABK
berhasil diselamatkan KM Ciremai, kapal penumpang
milik Pelni, yang kebetulan sedang dalam pelayaran
menuju pelabuhan Ambon. Keduanya selamat setelah 12
jam terapung-apung di laut dengan hanya mengenakan
pelampung.

Dedy Kurniawan ? Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nelayan NTB Diminta Waspadai Badai Tropik
Robohnya Jembatan Suramadu Tidak Pengaruhi Investor
Pimpinan Sub Kontraktor Tersangka Robohnya Gilder Suramadu
Pemerintah Teliti Ambruknya Jembatan Suramadu
Menkimpraswil Minta Insiden Suramadu Segera Diusut
Jembatan Suramadu Ambruk, Satu Pekerja Tewas
Roda Terbakar, Merpati Nyaris Kecelakaan
Pesawat Lion Air Tergelincir
14 Penumpang Kapal Tanker ‘Kanoka’ Selamat
Kapal Muatan Barang Hilang di Perairan Sulawesi
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 8 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 1 Tahun 1998 Tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data