|
Manado
Bank Danamon Manado Dibobol Rp 2,5 Miliar
Kamis, 17 Juni 2004 | 17:50 WIB
TEMPO Interaktif, Manado: Bank Danamon Cabang Manado dibobol sekitar Rp 2,5 miliar dengan cara menggunakan tanda tangan palsu, rekening fiktif dan transaksi fiktif. Pembobol dana nasabah ini adalah karyawan Bank Danamon Hendrik Jaswito alias Hao, 31 tahun, sebagai manajer bisnis di Bank Danamon cabang Bahu Mall. "Tidak menutup kemungkinan (dana yang dibobol itu bisa bertambah atau berkurang," kata Branch Corporate Officer Bank Danamon Manado Semuel Freds D, kepada Tempo News Room, Kamis (17/6).
Menurut Semuel tim audit internal Bank Danamon dari Jakarta dan Makassar sudah berada di Manado sejak awal
Juni lalu setelah ditemukan kasus tersebut. Berapa banyak dana yang dibobol, masih menunggu hasil audit
internal Bank Danamon. Kasus ini mulai terbongkar sejak tanggal 2 Juni lalu.
Dia mengatakan, modus operandi yang dilakukan tersangka ini dengan memalsukan tanda tangan nasabah. Lalu
membuka rekening fiktif dan melakukan transaksi fiktif. Sesuai hasil penyelidikan secara internal telah terjadi beberapa kali transaksi. Kasus ini ditemukan Bank Danamon Manado setelah ada nasabah yang merasa dirugikan melayangkan keluhan ke Bank Danamon Manado.
Menurut Semuel kasus ini tidak mempengaruhi likuiditas Bank Danamon Manado. Sebab, jumlah dana nasabah yang tersimpan di Bank Danamon di Sulawesi Utara sebesar Rp 1,3 triliun. Pada triwulan pertama, Danamon telah memperoleh laba sebesar Rp 14 miliar. Peyebaran dana nasabah ini sekitar 50 persen berada di Manado.
Saat ini tersangka Hendrik, telah ditahan di Markas Polda Sulawesi Utara. Hasil penyelidikan, tersangka pembobolan ini hanya satu orang. Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Utara AKBP Budhy Wibowo Sumantri mengatakan tersangka sudah seminggu lebih ditahan di markas Polda. "(Kasus) ini masih dalam pemeriksaan," ujarnya.
Verrianto Madjowa - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|