Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kendari

Pemkab Muna Dukung Seluruh Guru Mogok
Minggu, 13 Juni 2004 | 15:10 WIB

TEMPO Interaktif, Kendari:Aksi protes terhadap kasus pemukulan yang dilakukan oleh seorang anggota Kepolisian Resort Muna, Brigadir Kepala (Bripka) Alim Salman, kepada seorang guru SLTP 1 Raha Drs. La Tiala, hari Sabtu tanggal 5 Juni lalu, meluas. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Muna mengeluarkan dukungan kepada seluruh guru di wilayah itu untuk melakukan aksi solidaritas berupa mogok mengajar.

Seruan menggelar aksi mogok itu tertuang dalam surat
yang dikeluarkan Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas
Pendidikan Nasional Kabupaten Muna La Ode Tisi,
tanggal 10 Juni 2004 yang ditujukan kepada para kepala
sekolah mulai dari SMU/SMK/SLTP/SD negeri dan swasta
serta seluruh kepala cabang dinas pendidikan di
kecamatan se Kabupaten Muna.

Isi surat itu antara lain mendukung segala aksi protes
yang dilakukan para guru sebagai bentuk protes atas
kasus pemukulan yang dilakukan anggota polisi terhadap
seorang guru di wilayah itu.

"Kami tak akan mundur. Tidak ada kompromi dalam kasus
ini. Apalagi sekarang pemerintah sudah mengeluarkan
dukungan secara resmi atas segala aksi protes yang
kami gelar," kata Ketua Persatuan Guru Republik
Indonesia (PGRI) Muna Drs Suhadar Silangin kepada TNR
di Kendari, Minggu (13/6).

Kasus pemukulan itu berawal ketika tanggal 5 Juni lalu
Alim Salman marah karena anaknya yang bersekolah di
SLTP 1 Raha dikeluarkan dan diberi surat pindah ke
sekolah lain. Pihak SLTP 1 Raha beralasan, hukuman itu
diberikan karena kenakalan anak Bripka Alim Salman
sudah di luar batas dan meski sudah berkali-kali
ditegur serta hukuman ringan tetap tidak mempan.

Mendengar anaknya dikeluarkan dari sekolah, Bripka
Alim Salman lalu mendatangi SLTP 1 Raha. Sesampainya
di sekolah, Bripka Alim Salman bertemu dengan Drs. La
Tiala, seorang guru setempat, yang kemudian
menjelaskan alasan pihak sekolah mengeluarkan anak
Bripka Alim.

Tak dinyana, Bripka Alim Salman justru malah
melayangkan bogem mentah dan tamparan ke wajah serta
perut Drs. La Tiala. Seorang satpam sekolah yang
bermaksud melerai malah ikut babak belur dihajar Alim
Salman.

Kontan saja, situasi sekolah yang saat sedang tenang
karena semua siswa sedang belajar di kelasnya
masing-masing langsung gempar. Tak puas hanya memukul,
Alim Salman yang mengaku punya tiga buah granat juga
mengancam akan meluluhlantakkan gedung SLTP 1 Raha.

Dedy Kurniawan – Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

FPI: Oknum Aparat Dalangi Kasus Yadika
LBH Minta Maaf Pada Mantan Menko Kesra
Anggota DPR Pukul Mahasiswa
Penganiaya Nirmala Dituntut 80 Tahun Penjara
Atlet Taufik Hidayat Dilaporkan ke Polda
Demonstrasi Kasus UMI Serentak di Sejumlah Daerah.
Gabungan Mahasiswa Kutuk Kekerasan Di UMI
21 Polisi Diperiksa Terkait Kasus UMI
5.426 Perempuan di Banten Korban Kekerasan
Demonstran Diserang Kelompok Tak Dikenal
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data