|
Sulawesi Tengah
Sketsa Wajah Penembak Jaksa Ferry Disebar
Senin, 31 Mei 2004 | 09:33 WIB
TEMPO Interaktif, Palu:Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyebar sketsa wajah pelaku penembakan jaksa Ferry Silalahi, Rabu (26/5), di Jalan Swadaya, Palu Selatan. Sketsa wajah dua orang yang diduga melakukan penembakan itu tersebar di Markas Polsek dalam kota Palu.
Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Taufik Ridha mengakui sudah membuat skesta wajah tersangka penembakan Ferry. Namun, sketsa wajah pelaku belum bisa dipublikasikan secara luas demi alasan kepentingan penyelidikan. "Saya belum bisa menunjukkan sketsa wajah para tersangka karena ini masih menjadi kebutuhan penyidikan," katanya, Minggu (30/5).
Menurut dia, sketsa dibuat berdasarkan keterangan saksi yang saat itu berada di lokasi kejadian, termasuk istri Ferry, Ny. Julia Girsang. "Sudah 10 saksi yang diperiksa. Kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah tergantung kebutuhan penyelidikan," katanya.
Kepala Polda Taufik menambahkan, tim Laboratorium Forensik Makassar terus berusaha melakukan uji balistik terhadap selongsong proyektil peluru yang ditemukan di mobil dan di tubuh Ferry. "Mudah-mudahan bisa segera terungkap jenis senjata dan amunisi yang digunakan para pelaku," katanya.
Dari kedua sketsa itu, baru satu sketsa wajah yang sudah teridentifikasi. Ciri-cirinya berambut ikal, berusia 25 tahun, berwajah oval dan mengenakan topi. Sketsa yang lain berambut lurus panjang tidak bertopi dan wajah lonjong.
Ketika ditanya apakah pelaku masih berada di Palu, Taufik mengatakan, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pelaku bisa saja sudah keluar dari Palu dan kemungkinan kedua masih berada di Palu. Karena itu, Polda Sulawesi Tengah sudah melakukan kerja sama dengan TNI untuk mencegah pelarian para tersangka keluar dari Sulawesi Tengah.
Dalam reka ulang di tempat kejadian perkara, Sabtu sore lalu, yang dilakukan tim Polda Sulteng bersama tim Laboratorium Forensik dari Makassar, mobil Ferry yang menjadi sasaran berondongan senjata di bawah kembali ke lokasi. Puluhan warga datang menyaksikan reka ulang tersebut.
Seorang warga yang rumahnya dekat lokasi kejadian mengaku mendengar lima kali tembakan tapi tak berani keluar rumah takut terkena peluru nyasar. Dia melihat pelaku penembakan sesudah beraksi dengan santai menuju motor yang sudah siap tancap gas untuk melarikan diri.
Darlis - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|