Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Palu

Polisi Periksa Saksi dan Bukti Penembakan Jaksa
Jum'at, 28 Mei 2004 | 17:34 WIB

TEMPO Interaktif, Palu:Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Taufik Ridha, mengatakan, saat ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti terkait kasus penembakan Ferry Silalahi, salah seorang anggota tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus terorisme di Palu.

Dari pemeriksaan saksi dan barang bukti itu, polisi
sudah dapat mengarahkan penyelidikan kepada beberapa
orang yang dicurigai sebagai pelaku penembakan itu.
Hanya saja, Kapolda belum bersedia menyebutkan
identitas pelaku secara gamblang, dengan alasan
kepentingan penyelidikan dan pengamanan terhadap para
saksi.

"Saya belum bisa menyebutkan lebih detail soal pelaku.
Tunggu saja pada saatnya akan saya beberkan kepada
publik. Saudara-saudara harus ingat, bahwa kasus ini
sangat sepesifik, sehingga membutuhkan kehati-hatian
kita. Ini juga penting demi keamanan saksi-saksi,"
jelas Kapolda Taufik Ridha kepada wartawan usai salat
Jumat di Mapolda Sulteng, kemarin.

Kapolda menambahkan, pasca penembakan Ferry Silalahi,
pihaknya memberikan pengamanan khusus kepada empat
anggota tim JPU yang menangani kasus terorisme di
Palu. Keempat mereka adalah Edy Dikdaya, Firdaus
Jahja, Syahrul Alam dan Hartana.

Salah seorang anggota tim JPU, Firdaus Jahja, kepada
di Palu Golden Hotel, Kamis (27/5) malam, mengakui
sejak peristiwa penembakan Ferry Silalahi itu, ia dan
rekan-rekannya sesama anggota tim JPU, mendapat
pengawalan ekstra ketat dari polisi yang bersenjata
lengkap.

"Setelah Pak Ferry meninggal karena ditembak, saya dan
teman-teman langsung mendapat pengawalan dari anggota
perintis yang bersenjata lengkap. Rumah saya dan
teman-teman mulai dijaga ketat oleh polisi selama 24
jam," kata mantan Humas Kejati Sulteng ini.

Firdaus Jahja yang baru seminggu dilantik sebagai
Kepala Kejaksaan Negeri Parigi Moutong ini,
menjelaskan, pengawalan ketat itu dilakukan, setelah
ia menerima teror dan ancaman, baik melalui telepon
maupun SMS dari oknum tertentu.

Darlis – Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kejaksaan-Polri Bentuk Tim Penyelidik Penembakan JPU
Jenasah Ferry Silalahi Tiba di Kejaksaan Agung
Jaksa Muda Tewas Tertembak
Jaksa Kasus Beteleme Ditembak Mati
Kerusakan Hutan di Indonesia Tercepat di Dunia
18 Bintara Dikurung Enam Hari
Sidang Gunawan Santoso Konfrontir Empat Saksi
Kasus Penembakan di Manggarai Segera Disidangkan
Gunawan Santoso Berlangsung 20 Menit
Sudah Terkena Peluru Nyasar, Tidak Punya Uang Pula
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data