Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Tenggara

Bupati Buton Ancam Tutup PT SAKA
Rabu, 12 Mei 2004 | 13:01 WIB

TEMPO Interaktif, Kendari:Pemerintah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, mengancam akan menutup dan membekukan seluruh aktivitas PT Sarana Karya (SAKA) karena perusahaan berstatus BUMN pengolah aspal alam itu dinilai telah ingkar dari kewajibannya membayar tunggakan retribusi kepada pemerintah daerah setempat sejak tahun 1991.

"Sejak PT SAKA masuk melakukan operasi penambangan aspal alam Buton sekitar awal tahun 1990-an tak pernah sekalipun membayar retribusi ke pemerintah daerah di sini," kata Bupati Buton Syafei Kahar kepada Tempo News Room di Kendari, Rabu (12/5).

Menurut Syafei, total nilai tunggakan PT SAKA sejak tahun 1991 hingga sekarang mencapai kurang lebih Rp 6 miliar. Pemerintah Kabupaten Buton, kata Syafei, memberikan batas waktu selama enam bulan bagi PT SAKA untuk segera melunasi kewajibannya.

Bila kewajiban melunasi tunggakan itu tak juga dilunasi, pemerintah daerah setempat akan segera mengeluarkan teguran keras disusul penutupan dan pembekuan seluruh operasi penambangan PT SAKA.

Bupati Syafei mengatakan, sejak kali pertama beroperasi menambang aspal alam di Kabupaten Buton, jumlah tunggakan retribusi yang dipenuhi PT SAKA baru sebanyak Rp 16 juta.

Padahal, pada tahun 2003 lalu, PT SAKA yang memproduksi Buton Granular (butiran) Asphal (BGA) mengumumkan bahwa perusahaan itu berhasil mendapat keuntungan sebanyak Rp 2 miliar. Adanya pengumuman inilah yang membuat Bupati Syafei Kahar berang.

"Mengaku untung tapi kenapa tunggakan retribusinya tak dibayar-bayar. Jangan cuma bicara untung tapi hutan tak dilunasi," ujar Bupati.

Saat dikonfirmasi, Direktur Teknik PT SAKA Ir. LM Sjamsul Qamar, MT, mengatakan bahwa jumlah Rp 6 miliar sebagaimana yang disebut oleh Bupati Buton itu merupakan tunggakan yang berasal dari akumulasi hutang iuran produksi dan denda sejak tahun 1991-2000.

"Bukan utang retribusi, karena utang pokok perusahaan ini hanya sebanyak Rp 400 juta. Dari jumlah itu, bagian yang menjadi hak Pemerintah Kabupaten Buton hanya sebesar 75 persen," katanya.

Menurut Qamar, utang iuran produksi mengalami peningkatan 4-5 kali lipat dari utang pokok karena naiknya nilai tukar dolar terhadap mata uang rupiah pada tahun 1998 atau saat mulai berlangsungnya krisis moneter di Indonesia.

Selain itu, kata Qamar, pernyataan Bupati yang menyebut bahwa PT SAKA baru membayar Rp 16 juta untuk seluruh tunggakan retribusinya kepada pemerintah Buton juga patut dipertanyakan. Karena tahun 1999, PT SAKA sempat menyetor uang sebanyak Rp 890 juta ke kas Pemerintah Daerah Buton.

Lantaran utangnya semakin menggunung, tahun 1997 lalu PT SAKA sempat menghentikan produksi. Selain itu, PT SAKA juga meminta pemerintah pusat untuk memberikan keringanan pembayaran utang.

Dedy Kurniawan - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tiga Suplier Ajukan Pailit terhadap Goro
Soal Divestasi Mandiri, Pemerintah Tunggu DPR
Pemerintah Jual Saham PT Pembangunan Perumahan
Pertamina Diminta Bayar Tunggakan Tahun Ini
BI: Bank Lebih Baik Dikuasai Asing
Meneg BUMN Persilakan Bapepam Periksa Kasus BII
Pemerintah Meminta DPR Dukung Penggunaan Rekening 502
Tahun Ini Indocement Akan Kurangi Utang
Semen Padang Minta Reschedulling Utang
Indorama Synthetics Tunda Bayar Dividen
> selengkapnya...


Referensi

Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Profil Syafruddin Arsyad Temenggung
PP RI No.61 Thn. 2003 Tentang Perubahan Atas PP No.7 Thn.2003 Tentang Pendirian Perusahaan Umum (PERUM) BULOG
Kepres RI nomor 122 Tahun 2001 Tentang Tunjangan Tim Kebijakan Privatisasi BUMN
kepres nomor 24 tahun 2001 tentang tim konsultasi BUMN

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data