Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Makassar

Tim Komnas Tinjau Kampus UMI
Selasa, 11 Mei 2004 | 16:35 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar:Tim dari Komisi Nasional (Komnas) Hak Azasi Manusia (HAM), Selasa (11/5), meninjau kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), lokasi terjadinya aksi kekerasan aparat kepolisian, 1 Mei lalu. Selain menyaksikan langsung tempat kejadian, tim komnas juga melakukan dialog dengan mahasiswa dan civitas akademika UMI.

Tim tersebut dipimpin langsung Ketua Sub Pemantau Koomnas HAM, MM Billah, bersama Hasballah M Saad. Keduanya didampingi stafnya, Elpansuri, Teguh Pujianto Nugroho dan Heru Waskilo Susanto. Dalam pertemuannya dengan mahasiswa, tim komnas disodori beberapa bukti kekerasan yang dilakukan aparat.

Beberapa bukti itu antara lain, handuk kecil yang tampak penuh bercak darah, foto ruang dekan Fakultas Hukum UMI yang berantakan, foto dinding yang penuh bercak darah, CD dan disket, dan tujuh butir slongsong peluru. Bukti-bukti itu diperlihatkan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik, Syamsu Rijal.

Dalam pertemuan itu, mahasiswa mendesak Komnas HAM segera menyelesaikan kasus penyerangan kampusUMI. Ketua BEM Fakultas Ekonomi UMI, Andi Akbar, menyatakan, kuatir kalau Komnas HAM hanya menebar janji-janji tanpa tindakan penyelesaian yang cepat. Apalagi, pengalaman pengusutan indikasi pelanggaran HAM dalam kasus PT London Sumatera (Lonsum) di Bulukumba hingga kini belum tuntas.

Sementara itu, MM Billah menilai, memang ada indikasi pelanggaran HAM dalam insiden penyerangan kampus UMI oleh aparat kepolisian. Alasannya, sudah terjadi serangan terhadap penduduk sipil. Hanya saja, Billah belum memastikan apakah hal itu berindikasi pelanggaran HAM berat yang berarti terjadi serangan yang meluas.

Tim Komnas HAM sendiri masih akan berada di Makassar hingga Kamis (13/5) mendatang. Rencananya, Rabu (12/5), tim komnas akan melakukan pemeriksaaan saksi-saksi. Sedang, Kamis (13/5), direncanakan melakukan pertemuan dengan pihak Polda Sulsel.

Soal sidang disiplin yang dilakukan Polwiltabes Makassar, menurut Billah, sudah seharusnya hal tersebut dilakukan polisi. Ia menilai, hal tersebut merupakan upaya penyelesaian intern institusi kepolisian. Meski telah dilakukan siding disiplin, lanjut Billah, bila ditemukan indikasi pelanggaran HAM maka aparat kepolisian yang menjadi tersangka tetap akan diajukan ke peradilan HAM.

Irmawati – Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mabes Polri Belum Simpulkan Kebenaran Penembak Jitu di Ambon
Kapolres Jadi Tersangka Kerusuhan Manggarai
Kapolri Diminta Serahkan Tersangka Abepura
Try Sutrisno Mengaku Bertanggung Jawab Secara Moral
Polisi Tahan Enam Orang di Halmahera Barat
Walhi Laporkan Penembakan Warga di Maluku Utara
Warga Menilai Penggusuran 1983 Melanggar HAM
Komnas HAM Minta Pendudukan Pelatihan HAM di Aceh Diusut
Danjen Kopassus Bantah Anak Buahnya Lakukan Intimidasi
Komnas HAM Tolak Bubarkan Acaranya di Aceh
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data