Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Ambon Mereda
28 April 2004

TEMPO Interaktif, Ambon:Rabu (28/4) siang di sekitar Batugantung Waringin dan Tanah Lapang Kecil terasa lebih lengang dibanding kemarin. Hanya sesekali saja terdengar bunyi tembakan maupun letupan bom.

Kondisi panas mereda bersamaan dengan kedatangan sejumlah pejabat negara, Menteri Hari Sabarno, Panglima TNI Jenderal Endriartono Soetarto, Menteri Kesehatan Ahmad Sujudi, Kapolri Jenderal Da’i Bachtiar, Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono.
Bertempat di Bandara Pattimura desa Laha Ambon, rombongan bertemu dengan Kapolda Maluku Brigjen Bambang Sutrisno, Gubernur Maluku Karel Albert dan jajaran Muspida lainnya bersama dengan kurang lebih 100 tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk membicarakan masalah yang terjadi di Ambon.

Sementara di kawasan Batugantung Waringin tepatnya di depan jalan kantor Gubernur Maluku, telah dipasang dua buah kontainer oleh warga untuk menghalau tembakan dari arah yang berlawanan. Sementara satu kontainer lagi dipasang di daerah Tanah Lapang Kecil tepatnya di pertigaan Universitas Kristen Maluku.

Sementara di daerah tersebut masih bersiaga aparat Brimob dari Kelapa Dua yang berjaga-jaga di sekitar kawasan kantor Gubernur Maluku Batugantung Waringin. Dikawasan lainnya di jalan AM Sangaji, tampak aparat TNI yang bersiaga dengan tiga buah pansernya tepat diantara Gereja Silo dan Mesjid Annur.

Disekitar 30 kilometer dari Bandara Pattimura Laha di desa Waiheru kecamatan Baguala, aktivistas-aktivitas terutama sekolah sejak hari Senin tetap berjalan sebagaimana mestinya dari SD hingga SMU. Namun kondisi pangan seperti ikan, susu untuk anak balita, masih kesulitan persediaan karena terputusnya jalur darat karena warga hanya bisa menggunakan jalur altenatif yaitu jalur laut.

Sampai hari ini, satu orang bernama Sarnam meninggal dunia tertembak di bagian kepala dan 11 orang terkena luka tembak maupun bom. Korban yang mengalami tembakan diantaranya Abdul Gani, 40 tahun, terkena tembakan di bagian kepala dan Nasir, terkena serpihan bom di bagian mata.

Sementara itu jalur transportasi darat masih terputus. Jika warga ingin ke luar Ambon dengan menggunakan pesawat terbang, mereka harus memakai speed boat yang ongkosnya lebih mahal.

Yusnita – Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Hari Ini Menko Polkam Dijadwalkan Kunjungi Ambon
Sekitar 60 Orang Luka-Luka Dirawat di RS di Ambon
Ketua DPC PKS Tewas Tertembak di Ambon
11 Meninggal dan 58 Lainnya Luka Dalam Kerusuhan Ambon
Ambon Rusuh Lagi

 
Berita sulawesi Lainnya

Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data