|
| |
|
|
Nusa
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
21 April 2004
TEMPO Interaktif, Palu:Sejumlah warga kabupaten Poso, provinsi Sulawesi Tengah, mengaku resah akibat penggeledahan yang dilakukan aparat kepolisian setempat. Aparat kepolisian melakukan penggeledahan di rumah-rumah warga Poso karena Polisi menilai warga Poso tidak akomodatif terhadap aparat keamanan.
Seorang warga desa Masani, Kecamatan Poso pesisir Ust
Endy mengaku didatangi petugas kepolisian Poso dengan
sikap tidak sopan. Guru mengaji ini yang cacat kaki
ini didatangi rumahnya oleh aparat kepolisian dengan
cara mengacak-acak rumahnya disertai anjing pelacak.
"Mereka tanpa permisi langsung masuk rumah dengan
membawa anjing, padahal katanya air liur Anjing
haram baginya" Kata kuasa hukum Tim Pembela Muslim
(TPM) Poso, Tajwin Ibrahim Rabu (21/4).
Ia mengatakan, Ust endy beredar isu Ust endy memiliki
senjata AK 47, tapi isu itu hanyalah guyonan. AK 47
bukanlah senjata, tapi kependekan dari Asli Kayu
karena memang katanya Ust Endy sehari-harinya memakai
tongkat kayu karena kikinya pincang. "Aparat terkecoh
dengan isu AK 47 itu" urainya.
Tajwin mengemukakan, bukan hanya penggeledahan yang
dilakukan, tapi aparat kepolisian Poso mulai melakukan
penangkapan terhadap warga tanpa ada surat
penangkapan. Sesudah penangkapan katanya, warga
ditahan lebih dari dua hari tanpa ada pemeberitahuan
kepada keluarganya. "Inikan sama dengan penculikan dan
itu meresahkan warga" Katanya.
Ia mengharap agar polisi mengehentikan penggeledahan
dan penangkapan terhadap warga Poso karena makin
menambah persoalan di kabupaten bekas konflik Poso.
Ada banyak cara yang bias dilakukan dalam rangka
meraih polisi simpati seperti melibatkan kalangan muda
dan tokoh-tokoh yang berpengaruh di Poso.
Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara, Brigjend Pol Taufik Ridha mengakui pihaknya melakukan penggeladahan terhadap warga Poso karena masyarakat Poso dinilai pelit memberikan informasi yang dibutuhkan polisi. Misalnya kata dia, informasi terhadap kendaraan sepeda motor yang dipakai tersangka penembak dekan Fakultas Hukum Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) masyarakat tutup mulut. "kita minta sedikit saja informasi soal motor itu masyarakat malah tidak tahu menahu" Katanya
Ia membantah kalau dalam penggeledahan yang dilakukan
sekarang ini ini tidak melibatkan masyarakat.
Penemuan 21 bom rakitan Minggu (18/4) lalu adalah
informasi dari masyarakat. Hanya saja kata dia warga
Poso belum sepenuhnya terbuka terhadap Polisi.
Sementara itu 1 satuan setingkat kompi (SSK) Brimob
Polda Sulawesi Uatara Selasa (20/4) ditarik dari Poso
dan selanjutnya dipulangkan ke Manado. Sebagai
penggantinya Brimob Polda Sulut kembali mengirim satu
SSK dan langsung melakukan pergantian di pos-pos.
Komandan Satuan (Dansat)Brimob Polda Sulut AKBP Drs. Saiful Bahri yang juga mantan Dansat Brimob Polda Sulteng yang melakukan pengawalan sampai kota Poso, mengatakan satu kompi anggotanya yang ia bawa dari Manado dimuat truk sendiri sebanyak delapan unit. "Awalnya pasukan ini mau menggunakan bus tapi rusak. Makanya naik truk saja. Ya santai," kelakarnya.
Darlis - Tempo News Room
|
|
|
| dibuat oleh danendro : Radja |
Berita Terkait
|
| |
Berita sulawesi Lainnya
| |
|
| |
Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
|
| |
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
|
| |
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
|
| |
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
|
| |
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
|
| |
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
|
| |
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
|
| |
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
|
| |
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
|
| |
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)
|
| |
|
| |
Index Berita
|
|
|
|