Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Tenggara

Dua Pedayung Sulawesi Tenggara Tolak Masuk Pelatnas
04 April 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: KENDARI - Dua pedayung nasional Sulawesi Tenggara, Lasmin (rowing) dan La Ode Hadi (kayak) menolak mengikuti Pelatnas menghadapi pra Olimpiade yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka menilai waktu persiapan sudah terlalu mepet. "Kedua pedayung itu menolak masuk pelatnas karena menganggap waktu satu bulan tidak cukup untuk menghadapi pertandingan setingkat pra Olimpiade.
Mereka khawatir hanya akan menjadi bulan-bulanan atlet
negara lain," kata pelatih dayung Sulawesi Tenggara,
Arifin Godo kepada TNR di Kendari, Minggu (4/4).

Namun, kata Arifin, berbeda dengan Lasmin dan La Ode
Hadi, dua pedayung terbaik nasional asal Sulawesi
Tenggara lainnya yakni Jamaluddin dan Manto (rowing)
siap mengikuti Pelatnas. Keduanya kini sudah bergabung dengan sejumlah pedayung di Pelatnas Makassar.

Arifin bisa memahami alasan yang kedua atlet asuhannya itu karena untuk menghadapi perhelatan setingkat pra olimpiade minimal dibutuhkan persiapan selama 5-6 bulan secara terus menerus.

Meski demikian, Arifin mengaku optimis pedayung asal
Sulawesi Tenggara yang bersedia bergabung dengan pelatnas akan dapat bersaing dengan pedayung daerah lainnya untuk menjadi tim inti Indonesia pada babak pra Olimpiade yang dijadwalkan akan digelar di Nagoya, Jepang sekitar April 2004.

Tahun 1992 lalu, dua pedayung nomor kayak asal
Sulawesi Tenggara yakni Anisi dan Abdul Razak terpilih
mewakili Indonesia pada babak pra Olimpiade di
Barcelona, Spanyol. Sayangnya, keduanya gagal
menyumbangkan medali. "Tetapi itu suatu kebanggaan karena keikutsertaan Anisi dan Razak adalah yang pertama
kalinya bagi Indonesia pada cabang dayung di event
setingkat pra olimpiade," kata Arifin.

Pedayung nasional Lasmin yang ditemui secara terpisah
mengatakan, menolak pelatnas pra Olimpiade
karena waktunya sangat sempit. "Tidak mungkin berhasil
di pra Olimpiade kalau waktu Pelatnas hanya sekitar
satu bulan. Saya jelas tidak mau dipermalukan di arena
lomba," kata pedayung dengan tinggi badan 210
sentimeter itu.

Pemegang medali perak Asian Games tahun 1998 itu
meminta PB PODSI agar memperhatikan jadwal
penyelenggaraan even-even dunia sehingga para pedayung
dapat mempersiapkan diri semaksimal mungkin. "Sangat memalukan kalau atlet Indonesia hanya menjadi "ayam sayur" di arena lomba hanya karena persiapan bertanding yang minim. PB PODSI tidak boleh main-main dengan even dunia karena menyangkut harga diri bangsa dan negara. Jangan nanti pada saat kalah lalu atlet yang dikambing hitamkan, padahal persiapan di pelatnas terlalu singkat," kata Lasmin.

Dedy Kurniawan - Tempo News Room



Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita sulawesi Lainnya

Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data