|
Sulawesi Tengah
Penembak Misterius Berkeliaran di Poso
30 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Palu: Aksi penembakan misterius kembali terjadi di Kota Poso, Sulawesi Tengah. Setelah Sabtu (27/3), penembakan misterius menimpa salah seorang warga bernama Christian Tanalida, 37 tahun, kali ini peristiwa serupa dialami Rosia Pilongo SH.MH, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso. Aksi penembakan Rosia terjadi di Kampus Unsimar, Selasa (30/3), sekitar pukul 14.00 Waktu Indonesia Bagian Tengah. Saat ini, Rosia yang terkena tembakan di bagian kepala dan lengan kanan dalam keadaan kritis dan dirawat di Rumah Sakit Umum Poso.
Menurut Amirullah Sia, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Poso, Rosia ditembak sesaat setelah keluar dari ruang kerjanya untuk pulang ke rumah. Disaat akan menaiki mobillah, Rosia mendapat tembakan, mengenai bagian kepala dan lengannya. Seketika Rosia jatuh tersungkur, hingga kemudian dirinya dibawa ke rumah sakit.
"Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengindikasikan pelaku penembakan adalah sama dengan peristiwa yang dialami Christian Tanalida di Kelurahan Kawua Poso Kota," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Poso, Ajun Komisaris Besar Polisi Abdi Dharma Sitepu. Saat ini, kata Abdi, polisi sudah memasang police line di TKP dan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi penembakan.
Tapi, apa yang dikatakan Abdi itu mendapat tanggapan pesimis dari Direktur Operasional Lembaga Studi Hukum dan Hak Azasi Manusia (LPS-HAM) Sulawesi Tengah, Syamsu Alam Agus. Menurut Agus, pernyataan polisi itu hanya untuk menyenangkan hati masyarakat. "Faktanya, polisi tidak mampu mengejar para pelaku penembak misterius dan sampai sekarang tidak satu pun yang tertangkap. Padahal, sudah puluhan orang yang menjadi korban kebiadaban penembak misterius itu," kata Agus.
Untuk itu, LPS-HAM Poso mendesak polisi untuk tidak lagi memberikan pernyataan "kosong", tapi harus benar-benar mengejar pelaku dan mengungkap siapa pelaku dan otak di balik aksi penembakan misterius itu. Karena, jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan lahir ketidakpercayaan masyarakat terhadap polisi.
Tampaknya, apa yang dikatakan Agus harus menjadi perhatian serius pihak keamanan. Karena, masyarakat Poso, khususnya di Tentena, Kecamatan Pamona Utara yang tadinya sudah mulai tenang, kini kembali menciptakan kondisi berjaga-jaga. Mereka sangat menyesalkan terjadinya peristiwa itu justru disaat pertemuan damai antara warga muslim To Poso dan kristen di Tentena baru saja dilakukan. Hal itu memicu warga sipil Poso untuk memeriksa tiap mobil yang akan keluar dan masuk wilayah Poso. Para penumpang mobil digeledah dan semua identitas diperiksa warga. "Mobil rental yang saya pakai diperiksa di perbatasan Poso dan Kabupaten Morowali oleh warga sambil membawa golok," kata Tasmin, 34 tahun, seorang penumpang dari Kabupaten Morowali.
Darlis - Tempo News Room
|