|
Tiga Tewas Akibat Longsor di Bawakaraeng
27 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Makassar: Sedikitnya tiga orang tewas dan puluhan lainnya cidera dalam musibah tanah longsor di kaki Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, Jumat (26/3). Selain lebih 30 orang belum ditemukan, longsor juga menyebabkan sembilan rumah penduduk dan satu SD di Dusun Lengkese, Desa Maningbohoi, Kecamatan Tinggimoncong, Malino?sekitar 50 km dari Makassar, Sulawesi Selatan, tertimbun banjir lumpur.
Korban tewas dalam kejadian itu diidentifikasi bernama Ponggeng, 40 tahun, warga Desa Rahulo, Santing binti Limpo, 20 tahun, dan Rumpa, 60 tahun. Dua nama terakhir adalah warga Desa Panaikang. Akibat longsor, lebih 200 Kepala Keluarga (KK) warga melakukan pengungsian. Mereka berasal dari di Desa Maningbahoi, Majannang, Panaikang, dan Desa Rahulo.
Seorang warga, Ramli, 45 tahun, menuturkan, sebelum longsor terdengar ledakan beruntun yang cukup keras. Bahkan, suara terdengar hingga radius beberapa puluh kilometer. Ledakan disusul dengan semburan lumpur yang mengalir mengikuti arus sungai Jeneberang.
Lumpur yang keluar dari perut gunung setinggi 2.446 meter di atas permukaan laut itu kemudian mengalir turun ke hulu sungai Jeneberang dan melalui perkampungan warga di Desa Manimbahoi yang terletak sekitar empat kilometer dari hulu.
Kasat IPP Polresta Gowa, AKP Andi Parenrengi, mengemukakan, musibah itu murni tanah longsor. "Ketinggian tanah yang longsor mencapai 100 meter," kata Parenrengi.
Irmawati - Tempo News Room
|