Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Tenggara

SAR Kendari Temukan KM Untung Jaya
21 Maret 2004

TEMPO Interaktif, Kendari:Setelah melakukan pencarian selama sehari semalam, Tim SAR Kendari akhirnya berhasil menemukan KM Untung Jaya yang hilang di sekitar perairan Laut Banda. Seluruh penumpang termasuk anak buah kapal (ABK) dan nakhoda ditemukan dalam keadaan selamat.

"Sekitar pukul 09.00 WITA pagi tadi, tim SAR Kendari yang dibantu dua kapal milik TNI Angkatan Laut berhasil menemukan KM Untung Jaya," kata Amiruddin, staf bagian operasi SAR Kendari kepada Tempo News Room di Kendari, Minggu (21/3).

Menurut Amiruddin, saat ditemukan kondisi KM Untung Jaya dalam kedaan mati mesin. Menurut keterangan awak kapal, mesin mati akibat diserang badai dan kerasnya hantaman ombak Laut Banda.

Berdasarkan informasi dari tim SAR di lapangan, posisi KM Untung Jaya yang berangkat dari pelabuhan Taliabo, Maluku Utara, menuju pelabuhan Wanci di Pulau Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, sudah bergeser sekitar 30 derajat dari tujuan semula. Pulau Wangiwangi sendiri terletak 1.333 mil laut sebelah timur Kota Kendari.

"Keterangan dari nakhoda La Haduni menyebutkan bahwa pihaknya tak bisa berbuat apa-apa karena selain angin kencang, mesin kapal juga tak bisa dihidupkan. Akhirnya mereka pasrah saja dibawa arus laut," ujar Amiruddin.

Kepala SAR Kendari Roki Asikin yang dimintai konfirmasi tak berada di tempat. Menurut Amiruddin, pimpinannya sedang beristirahat setelah semalaman berjaga menunggu informasi hasil operasi pencarian yang dilakukan pihaknya.

Amiruddin mengatakan, meski dalam keadaan selamat, namun saat ditemukan kondisi penumpang dalam kedaan kelaparan karena persediaan bahan makanan di kapal sudah menipis.

Dalam kesempatan itu, Amiruddin mengoreksi informasi sebelumnya yang menyebut bahwa KM Untung Jaya berangkat dari Taliabo pada hari Kamis (18/3). Berdasarkan informasi terakhir dari kantor SAR Sorong di Papua menyebutkan bahwa KM Untung Jaya berangkat dari Taliabo tanggal 16 Maret 2004 dan resmi dinyatakan hilang tanggal 18 Maret 2004 pukul 14.00 WITA.

"Artinya KM Untung Jaya bersama seluruh penumpangnya terapung-apung terseret arus laut selama tiga hari," ujar Amiruddin.

Selain itu, Amiruddin juga membantah informasi dari SAR Sorong yang menyebut bahwa jumlah penumpang yang dimuat KM Untung Jaya sebanyak 100 orang. Ternyata, hasil pengecekan tim SAR Kendari saat menemukan kapal berbobot 80 groos ton (GT) itu, jumlah penumpang hanya sebanyak 50 orang ditambah ABK 10 orang.

Menurut Amiruddin, pihaknya mendapat kesulitan komunikasi saat sedang melakukan pencarian. Akibatnya, setiap informasi dari lokasi pencarian atau perintah dari kantor SAR Kendari harus di-relay terlebih dahulu melalui pesawat pemancar milik kantor SAR Sorong di Papua.

Selain melibatkan dua kapal milik pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari masing-masing KAL Banai dan KAL Bokori serta satu boat penyelamat milik SAR setempat, operasi pencarian KM Untung Jaya juga melibatkan satu pesawat Nomad milik Lanal Ambon.

Kesulitan lain yang muncul dalam operasi pencarian itu adalah saat tim SAR hendak mengevakuasi seluruh penumpang. Ketinggian ombak yang mencapai 2 hingga 3 meter menyulitkan upaya pemindahan penumpang dari geladak KM Untung Jaya ke boat penyelamat.

"Itu dalam kondisi laut sedang teduh. Dalam keadaan badai, ketinggian ombak di Laut Banda bisa mencapai 5 hingga 7 meter," kata Amiruddin.

Menurut Amiruddin, dalam kondisi normal, jarak tempuh dari pelabuhan Taliabo menuju ke pelabuhan Wanci hanya memakan waktu antara 26-27 jam. Namun, perhitungan waktu tempuh itu bisa meleset jika kondisi alam berupa angin kencang dan arus laut berubah ganas.

Saat ini, kata Amiruddin, tim SAR Kendari sedang mengevakuasi seluruh penumpang termasuk ABK dan Nakhoda KM Untung Jaya, La Haduni, menuju pelabuhan Wanci. Diperkirakan, sore hari ini mereka sudah tiba.

Dedy Kurniawan - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Satu Korban Tewas, Sebelas Luka-luka
Polsek Tanah Abang Periksa Enam Orang
Puluhan Luka-luka Akibat Pasar Tanah Abang Roboh
SAR Hentikan Pencarian ABK KM Beleza Timor
Dermaga Kamal Patah, Penumpang Ferry Tercebur ke Laut

 
Berita sulawesi Lainnya

Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data