Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Tenggara

Kampanye di Kendari Makan Korban Jiwa
13 Maret 2004

TEMPO Interaktif, Kendari: Kampanye menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2004 di Kendari, Sulawesi Tenggara, mulai memakan korban jiwa. Kiki, 11 tahun dan Takwa, 30 tahun, tewas setelah mobil yang ditumpanginya menabrak sebatang pohon di pinggir jalan, Jumat (12/3). Keduanya adalah pengikut kampanye Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan (PNBK) di Lapangan Sepak Bola Lambuya, Kabupaten Konawe. Takwa sendiri adalah pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PNBK setempat. Sementara Kiki, adalah putri Ketua DPC PNBK Kabupaten Konawe, Umar Tjong.

Selain itu, Abeng, 5 tahun dan Hendra, 17 tahun, mengalami luka parah. Bahkan, Abeng yang merupakan keponakan salah seorang calon legislatif (caleg) PNBK setempat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum Sulawesi Tenggara. Akibat kejadian itu, Umar Tjong tampak terpukul. Dirinya juga enggan berkomentar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, usai berkampanye keempat korban menumpang mobil Kijang bersama tujuh pendukung PNBK lainnya, hendak pulang ke kantor DPC. Saat melewati tikungan di Desa Moseha, mobil yang dikemudikan sopir pribadi Umar Tjong -belum diketahui identitasnya- melaju kencang. Sopir tidak bisa menguasai keadaan, mobil pun langsung menabrak sebatang pohon di pinggir jalan.

"Kami juga heran, mengapa mobil harus melaju kencang. Padahal mereka tidak ikut rombongan pawai PNBK," kata Abdul Kadir, saksi mata yang juga warga setempat, kepada TNR, di lokasi kejadian, Sabtu (13/3). Akibat tabrakan keras itu, Kadir bersama puluhan warga lainnya terpaksa menggergaji pintu mobil untuk mengeluarkan Takwa yang terjepit di dalamnya. Saat berhasil dikeluarkan, ternyata Takwa sudah tewas. Sementara Kiki, walau berhasil dikeluarkan dalam keadaan hidup dari dalam mobil, tapi lantaran luka-lukanya sangat parah, di tengah perjalanan ke rumah sakit ia menghembuskan nafas terakhir. Kejadian itu sendiri terlambat diketahui, lantaran jauhnya jarak kota Kendari ke lokasi kejadian.

Dedy Kurniawan - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Kampanye Partai Persatuan Pembangunan
Akbar Tanjung: PDIP Saingan Terberat Golkar
Hari Sabarno Gantikan Yudhoyono
Kampanye PPP di Yogya Diwarnai Kekerasan
Besok Pengumuman Daftar Politisi Busuk

 
Berita sulawesi Lainnya

Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data