Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Utara

Penyakit Menyerang Korban Banjir di Manado
12 Maret 2004

TEMPO Interaktif, Manado: Penyakit mulai menyerang warga korban banjir di Manado, Sulawesi Utara, diantaranya infeksi saluran pernapasan, naiknya tekanan darah, demam dan gatal-gatal. "Umumnya infeksi saluran pernapasan. Tekanan darah meningkat dimungkinkan karena stres," kata Kepala Dinas Kesehatan Manado, Tangel Kairupan, Jumat (12/3).

Sejak banjir melanda warga di daerah aliran sungai (DAS) Tondano, Kamis (11/3) malam, petugas Dinas Kesehatan Manado dan Puskesmas telah memberikan bantuan pengobatan, termasuk pengasapan antisipasi penyakit demam berdarah. "Ini untuk mencegah," kata Tangel, di sela-sela kegiatan pengobatan cuma-cuma di Kelurahan Komo Luar.

Walau air di DAS Tondano mulai surut, ribuan warga Tikala Baru, Kampung Malvinas, Pal Dua, Kampung Argentina, Ternate Tanjung, Ketang Baru, Karame, Mahakam dan Komo Luar, masih mengungsi di tempat yang aman, seperti masjid dan gedung sekolah. "Kami masih harus membersihkan rumah yang dimasuki lumpur," kata Rizal Antu, Kepala Lingkungan II, Kelurahan Komo Luar. Hal senada juga juga dikatakan Jamal Rahman, warga Ternate Tanjung.

Lagipula, seperti kata Rizal, dari 200 kepala keluarga di Lingkungan II, banyak warga menderita demam, batuk dan kedinginan. "Warga yang tinggal di DAS Tondano itu menderita batuk-batuk dan rematik," kata petugas kesehatan lingkungan Puskesmas Wenang Yusni Harun.

Menurut Koordinator Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Manado, Subardjo, banjir di Manado terjadi karena intensitas curah hujan sepanjang hari cukup tinggi. Disaat bersamaan, permukaan laut akibat pasang naik. "Curah hujan di Manado 110 milimeter, bersamaan dengan pasang bulan purnama," kata Subardjo.

Subadjo juga memperkirakan, curah hujan tinggi di Manado dan sekitarnya masih akan terjadi selama Maret ini. "Sulawesi Utara relatif banyak turun hujan, kecuali pada Juni, Juli dan Agustus," katanya. Selain banjir, warga yang tinggal atau dekat perbukitan juga diperingatkan untuk waspada terhadap bahaya longsor.

Verrianto Madjowa - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Banjir Setinggi Dua Meter Melanda Manado
Pemkab Bekasi Lepas Tangan Soal Longsor
Lagi, Satu Mayat Korban Pongkor Ditemukan
Ratusan Rumah di Situbondo Terendam Air
Jalur Wisata Solo-Selo-Borobudur Tertutup Lahar Dingin

 
Berita sulawesi Lainnya

Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data