Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Utara

Banjir Setinggi Dua Meter Melanda Manado
11 Maret 2004

TEMPO Interaktif, Manado: Banjir setinggi satu sampai dua meter melanda Manado, Sulawesi Utara, Kamis (11/3). Sejak maghrib, ratusan warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) Tondano atau Kali Jengki mengungsi ke tempat yang aman. "Saya sudah mengangkat barang-barang, karena air sungai naik terus," kata Said, 36 tahun, warga Kelurahan Komo Luar.

Hujan yang terus mengguyur Manado dan sekitarnya sepanjang hari ini, menyebabkan air Sungai Tondano meluap. Lokasi yang paling parah terkena banjir adalah Kelurahan Komo Luar, Kampung Ternate Tanjung, Kampung Argentina, Karema dan Mahakam. "Sampai malam ini, tinggi air yang masuk ke rumah satu sampai dua meter," kata Said. Sebagian besar warga pun telah mengungsi ke rumah keluarganya atau masjid yang aman dari banjir.

Jubair Ukantu, warga Komo Luar juga mengalaminya. Jarak Sungai Tondano dan rumah Jubair yang hanya sekitar 50 meter membuat air begitu cepat memasuki rumahnya. Terpaksa keluarganya mengungsi ke masjid. "Ratusan warga sudah mengungsi, tapi aparat pemerintah Kota Manado belum juga datang ke tempat-tempat yang terkena banjir. Jelas belum ada bantuan pemerintah untuk pengungsi," katanya.

Di Kampung Ternate Tanjung, ratusan warga juga telah mengungsi ke SMU Muhamadiyah dan Masjid Darul Arqam. Di lokasi itu, sekitar seratus rumah terendam air. "Tinggi air yang masuk ke rumah dua meter lebih," kata Jamal Rahman, warga Ternate Tanjung.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga masih tampak mengemasi barang-barangnya dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Puluhan aparat kepolisian pun tampak berjaga-jaga. Di lokasi yang terkena banjir itu, aliran listrik dipadamkan.

Verrianto Madjowa - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pemkab Bekasi Lepas Tangan Soal Longsor
Lagi, Satu Mayat Korban Pongkor Ditemukan
Ratusan Rumah di Situbondo Terendam Air
Jalur Wisata Solo-Selo-Borobudur Tertutup Lahar Dingin
Korban Gempa Tanah Darat Terserang Berbagai Penyakit

 
Berita sulawesi Lainnya

Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data