|
Palu
Demam Berdarah Juga Mewabah di Palu
20 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Palu: Penyakit Demam Berdarah Dengue juga mewabah di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Sampai minggu ketiga Februari, ada enam kasus demam berdarah yang ditangani intensif karena sudah berada dalam stadium tinggi. Sedang belasan kasus lainnya dianggap masih ringan karena tak sampai rawat inap di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Kota Palu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Abdullah Almari, DHSM M.Kes, kepada wartawan Jumat (20/2) siang, mengaku bersyukur karena enam kasus demam ini tak sampai merenggut nyawa. "Belum ada yang meninggal karena kasus DBD."
Ia mengatakan, wabah ini merupakan siklus lima tahunan yang diperkirakan jatuh pada tahun 2003, namun bergeser pada tahun 2004 ini. Karena itu, katanya, penyakit ini perlu diwaspadai, apalagi Palu dikenal sebagai daerah dikategorikan sebagai daerah rawan penyakit demam berdarah. "Tahun lalu saja belasan kasus DBD kita temui," katanya.
Untuk mengantisipasi penyakit yang telah merengut puluhan jiwa itu, Dinas Kesehatan Kota Palu akan
melakukan langkah aksi melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PNSDB), dengan melibatkan masyarakat. "Meningkatnya kasus DBD di 13 Provinsi di Indonesia, merupakan sesuatu yang menakutkan. Oleh karena itu kita perlu melakukan langkah antisipasi untuk menanggulangi masuknya wabah tersebut ke Palu," paparnya.
Pada pertemuan tersebut, katanya, Dinas Kesehatan Kota Palu memaparkan konsep pemberantasan melalui kerja bakti massal setiap Jumat. Selain itu, Dinas Kesehatan akan melakukan kegiatan abatesasi dan pengasapan masal ke kecamatan yang tinggi kasus DBD-nya, yakni Kecamatan Palu Selatan dan Palu Barat.
Ketua Komisi E (Kesra) DPRD Kota Palu, Kasman Lembah, mendesak pihak Dinas Kesehatan Kota Palu untuk segera mengambil langkah-langkah pencegahan dini. "Masyarakat Palu kini sangat mengkhawatirkan berjangkitnya penyakit demam berdarah seperti yang sudah terjadi di sejumlah kota-kota besar di Pulau Jawa. Oleh karena itu, sudah seharusnya Dinas Kesehatan mengambil langkah-langkah kongkret untuk mencegah penyakit ini sebelum masuk dan mewabah di Kota Palu," tegasnya.
Menurut Kasman Lembah, Dinas Kesehatan harus serius melakukan upaya pencegahan, paling tidak harus rutin melakukan penyemprotan seperti yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu untuk membasmi nyamuk-nyamuk pembawa virus penyakit Chikungunya tersebut.
Darlis Muhamad - Tempo News Room
|