|
Sulawesi Tengah
Warga Palu Bentrok dengan Polisi
14 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Palu:Ratusan warga Kota Palu yang berdiam di Jalan Tombolotutu, Kecamatan Palu Timur, bentrok dengan aparat kepolisian, Sabtu (14/2) dini hari.
Akibatnya, tujuh warga Tombolotutu terluka, tiga di antaranya mengalami luka parah, yakni Yanto, Herman dan Tanda. Ketiganya mengalami pendarahan di bagian kepala, sedangkan pelakunya kini masih buron.
Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan
bentrokan tersebut dipicu peristiwa pemukulan yang
dilakukan oleh oknum polisi yang masih berstatus siswa
bintara (Seba) Palu bernama Fadli pada saat adanya
pesta rakyat Tombolotutu Kamis (12/2) malam.
Saat itu salah seorang warga Tombolotutu yang sedang menikmati hiburan tarian dero, sebuah tarian melingkar saling berpegangan khas Sulawesi Tengah, duduk di atas motor Fadli. Karena tak senang motornya diduduki, Fadli
yang juga dikenal warga setempat kemudian menganiaya
sang pemuda hingga tak beradaya.
"Fadli memutar (memelintir,Red) tangannya sampai tangannya keseleo lalu dia pukul sampai berdarah," aku seorang warga yang takut namanya ditulis.
Aksi pemukulan ternyata masih berlanjut pada Jumat
malam sekitar pukul 20.00 WITA, ketika sekonyong-konyong
sebuah mobil Jeep yang ditumpangi beberapa oknum
polisi tiba-tiba memasuki Jalan Tombolututu. Polisi
itu tanpa basa basi langsung memukuli beberapa anak
muda di daerah itu.
Mendapat serangan mendadak seperti itu, beberapa anak muda warga Tombolotutu melakukan perlawanan, tapi mereka tak berdaya menghadapi double stick.
Penyerangan itu membuat ratusan warga Tombolututu keluar rumah seraya membawa parang, tombak, dan pentungan mencari oknum polisi penganiaya tersebut. Namun polisi tersebut lebih dulu menghilang, melarikan diri.
Tak puas dengan itu, ratusan warga Tombolututu menumpangi dua mobil truk dan lainnya mengendarai sepeda motor mendatangi rumah jabatan Kapolda Sulteng, Brigadir Jenderal Polisi Taufik Ridha di Jalan Suprapto yang hanya berjarak tiga kilometer dari Tombolotutu.
Di halaman rumah jabatan Kapolda Sulteng, massa meminta
agar oknum polisi pelaku pengeroyokan tersebut ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. Bila tidak, kata warga, mereka akan menghakimi sendiri. Namun setelah diberikan pengertian oleh beberapa petugas jaga di rumah jabatan Kapolda, massa bersedia kembali ke rumah.
Karena masih menyimpan rasa penasaran, warga Tombolututu dini hari tadi memblokir jalan utama di daerah tersebut untuk melakukan sweeping. Mereka merazia seluruh kendaraan yang lewat di Jalan Sisingamangaraja, Jalan Suprapto, dan Jalan Setia Budi.
Untungnya dalam razia tersebut warga tak mendapatkan anggota polisi. Dalam melakukan rasia itu warga membakar ban di jalan-jalan.
Darlis - Tempo News Room
|