|
Sulawesi Utara
200 Ribu Pemilih Fiktif di Sulawesi Utara
10 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Manado: Komite Edukasi Pemilih Pintar (KEPP) Sulawesi Utara menduga terdapat 200 ribu pemilih fiktif di Sulawesi Utara. Hasil ini diperoleh dengan menghitung pertumbuhan jumlah penduduk di Sulawesi Utara setelah pemekaran dengan Provinsi Gorontalo. "200 ribu suara fiktif ini diduga untuk menambah kuota kursi di Dewan Perwakilan Rakyat," kata Ketua KEPP Suwardi Hamzah, Selasa (10/2).
Menurut Suwardi, data terakhir yang disampaikan Badan Pusat Statistik dan Komisi Pemilihan Umum, jumlah penduduk Sulawesi Utara 2,1 juta orang dengan pemilih 1,45 juta orang. Padahal, saat Gorontalo masih bergabung dengan Sulawesi Utara jumlah pemilih 1999, 1,6 juta jiwa. Jumlah ini termasuk 500 ribu pemilih dari Gorontalo.
Dia mengatakan dengan adanya pemekaran dan pertumbuhan penduduk rata-rata 2 persen per tahun jumlah penduduk dan pemilih di Sulawesi Utara tidak sebanyak itu. Selain itu, telah diperhitungkan juga masuknya pengungsi yang telah memilih menetap dan urban ke Sulawesi Utara.
Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Didi Kusbianto, mengatakan pihaknya belum menemukan pemilih fiktif sampai sebanyak 200 ribu suara. Adapun pertambahan jumlah penduduk Sulawesi Utara, sebesar 2,1 juta jiwa masih dalam pertumbuhan yang wajar meski Gorontalo telah dimekarkan. "Laju pertumbuhan penduduk tetap positif," katanya.
Namun, kata Didi, sejauh ini BPS Sulawesi Utara telah menemukan 5.000 pemilih ganda, khususnya di Manado. 5.000 pemilih ini telah tercacah di BPS, lalu dimasukkan lagi datanya oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS).
Didi mengakui, pihak BPS tidak bisa meneliti dan mendeteksi satu per satu, setiap pemilih. Jumlah 5.000 pemilih ini ditemukan setelah dilakukan pendaftaran pemilih susulan yang telah berakhir 29 Januari lalu. "Hingga sekarang masih ada PPS yang memasukkan pemilih tambahan, tapi ditolak," katanya.
Di Sulawesi Utara, pendataan jumlah penduduk dan pemilih dilakukan P4B (Pendaftaran Pemilih dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan. Selain itu, PPS juga melakukan pendataan jumlah pemilih dan pemilih susulan. "Di Manado ada banyak pemilih tambahan," ujarnya.
Verrianto Madjowa - Tempo News Room
|