|
Manado
Warga Bolaang Serahkan Puluhan Senjata Api Rakitan
04 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Manado: Warga yang bertikai di Desa Imandi dan Tambun, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, menyerahkan puluhan senjata api rakitan. "Secara sukarela warga menyerahkan puluhan senjata api rakitan kepada polisi," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Utara, Komisaris Polisi Hery Dahana, Rabu (4/2).
Pertikaian antarkampung di Bolaang Mongondow awal Januari lalu menewaskan enam warga setempat. Beragam
senjata, antara lain, samurai, panah wayer, tombak dan senjata api rakitan digunakan saat bertikai. Dua warga
meninggal akibat luka tembak dari senjata rakitan dan lainnya karena tikaman dan bacokan.
Menurut Hery, ratusan aparat kepolisian masih terus melakukan penjagaan di lokasi yang bertikai. "Yang
telah ditarik satu peleton personil Polres Kota Manado," ujarnya.
Pertikaian di Dumoga terjadi setelah Windi Loloan, 22 tahun, warga Desa Imandi tewas kena tikaman. Warga
lainnya yang tewas masing-masing Jenli Poluan (20 tahun) warga Desa Tambun, dan Melki Pesik (22 tahun)
warga Desa Tambun, Jujun Poluan (30 tahun) warga Desa Dondoman, Esan Karundeng (30 tahun) warga Desa Tambun, dan Hendra Boringon (19 tahun) warga Desa Motongkat.
Yang mengalami luka parah, Maikel Pesik (18 tahun), Joudi Pakasih (30 tahun) dan Kalo Tumalun (22 tahun).
Sedangkan aparat kepolisian yang mengalami luka kena tembakan senjata rakitan Brigadir Jack Assa, Briptu
Umboh dan Brigadir I Wayan Suka.
Rekonsiliasi dan sosialisasi perdamaian antarwarga yang bertikai terus dilakukan di Dumoga. Upaya ini
dilakukan Muspida di Bolaang Mongondow dan Gubernur Sulawesi Utara A.J. Sondakh.
Menurut Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Brigjen John Lalo, untuk menenangkan warga yang lagi
bertikai petugas melakukan pendekatan sosiologis dan kultural. Upaya yang dilakukan antara lain dengan
mempertemukan tokoh masyarakat dan menempatkan aparat kepolisian dari Minahasa dan Manado.
Sebelum terjadi pertikaian awal Januari lalu, di Dumoga telah ditempatkan sebanyak 23 personil Brigade
Mobil dan di Polsek setempat. Brimob ditempatkan di lokasi tambang emas itu karena warga yang mencari emas
di Dumoga sering terlibat perkelahian.
Verrianto Madjowa - Tempo News Room
|