Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah Larang Pasokan Ayam dari Jatim
29 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Palu: Untuk mengantisipasi penularan penyakit Flu Burung (avian influenza) di daerah Sulawesi Tengah, pemerintah provinsi untuk sementara menghentikan penyaluran bibit ayam (DOC) asal Jawa Timur (Jatim) masuk di Sulteng. Langkah ini diambil karena sampai saat ini peternak ayam di provinsi Sulteng masih steril dari wabah flu burung.

Wakil Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan provinsi Sulteng Sudjanarto kepada wartawan di Palu, Kamis (29/1) mengatakan kebijakan ini diambil karena wabah flu burung telah menyerang dan menewaskan ribuan ternak ayam di beberapa daerah di Pulau Jawa dan Bali tidak sampai di daerah ini. Menurutnya peluang tersebarnya wabah flu burung tersebut karena
pasokan bibit ayam (DOC) 80 persen dari daerah Jawa Timur. "Kita khawatir DOC yang dipasok Sulteng dari Jatim telah tertular flu burung," katanya.

Sebagai penggatinya, kebutuhan DOC untuk pengusaha ayam pentelur dan ayam pedaging di Sulteng masih bisa diperoleh dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim), meski kedua daerah tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan DOC para peternak ayam di Sulteng.

Sudjanarto menyatakan, pihaknya telah mensosialisaikan kepada seluruh pengusaha penyalur DOC
asal Jatim untuk menghentikan kegiatan mereka sementara waktu hingga adanya keputusan dari Pemerintah Pusat atau Pemprov Jatim yang menyatakan wilayah Pulau Jawa terbebas dari wabah flu unggas. Larangan ini juga berlaku untuk pasokan pakan ternak asal Jatim sebab pakan ternak menjadi salah satu media penyebaran flu burung.

Pengusaha DOC yang tidak mengindahkan kebijakan Pemprov Sulteng ini akan dikenai sanksi bila tetap mendatangkan pasokan DOC yang berasal dari Jatim. Sanksinya berupa pemusnahan seluruh DOC milik pengusaha bersangkutan.

Dinas Pertanian Perkebunan dan Perternakan Sulteng pada 2003 mencatat populasi ayam petelur di wilayahnya sebanyak 532.447 ekor dan 1.157.673 ekor ayam pedaging. Menurut Sudjanarto data ini menggambarkan kebutuhan ayam dan telur di Sulteng masih rendah. " Mungkin karena daerah kita masyarakat masih cenderung mengkosumsi ikan," tandas Sujanarto.

Darlis - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Indonesia Galang Dukungan Dunia Atasi Flu Burung
RSPI Sulianti Saroso Siap Terima Pasien Flu Burung
Presiden Berharap Pertemuan Respons Flu Burung
Belum Ada Warga Jakarta Terjangkit Flu Burung
WHO Desak Indonesia Bunuh Unggas Pengidap Flu Burung

 
Berita sulawesi Lainnya

Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data