Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Poso

Polisi Poso Ditembak Kelompok Bercadar
25 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Aparat keamanan dari Kepolisian Resort Poso, Bharada Azis, mengalami luka tembak di bagian betis kirinya setelah diberondong tiga orang kelompok bercadar di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Sabtu (24/1), sekitar pukul 19.00 Wita. Akibatnya Bharada Azis selama dua jam dirawat di rumah sakit umum Poso.

Kapolres Poso AKBP Abdi Darma saat dikonfirmasi Minggu (25/1) pagi mengakui Bharada Azis ditembak
orang tak dikenal dengan memakai penutup kepala ala cadar di Desa Masani, 30 kilometer dari kota Poso.
Namun Bharada Azis tak mengalami luka parah sehingga ia hanya dirawat selama dua jam di RSU Poso.

Ia mengatakan, penembakan ini bermula saat Bharada Azis sedang melakukan patroli rutin di wilayah Poso pesisir yang dikenal sebagai daerah yang masih menyimpan konflik. Saat di desa Masani ia dihadang oleh tiga orang yang
tak dikenal dan langsung melepaskan tembakan ke arah Bharada Azis. Tiga orang tersebut memakai kendaraan sepeda motor RX King dan Honda Super.

Mendapat serangan tersebut, Bharada Azis menghindar dan menjatuhkan diri ke parit seraya melepaskan tembakan balasan. Mendengar adanya kontak senjata, aparat keamanan yang berjaga di Pos terdekat langsung ke tempat kejadian. Aparat keamanan di Pos desa Masani terkejut setelah melihat salah seorang anggota Polisi terpincang-pincang mengerang kesakitan.

Kapores menduga kuat kelompok bercadar tersebut kena tembakan balasan dari bharada Azis. Buktinya, kata
dia, ada darah yang bercucuran di tempat kejadian. Kelompok bercadar itu melarikan diri masuk hutan-hutan setelah melihat aparat datang membantu Bharada Azis.

Ia meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan adanya insiden ini. Menurutnya, kelompok
bercadar tersebut sudah kehilangan simpati dari warga setelah warga sudah mau bekerja sama dengan polisi
dalam melakukan operasi rasia senjata api. Ia mengakui warga disekitar lokasi panik setelah tembak menembak
terjadi. "Kita minta warga jangan terprovokasi dengan kejadian tersebut," kata Kapolres Poso.

Darlis Muhamad - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Ketua PBNU: Tembak Mati Koruptor
Partai Keadilan Tolak Pancasila Bila Jadi Ajang Korupsi
Muchtar Pakpahan Didakwa Melakukan Korupsi
Gerakan Nasional Antikorupsi Dideklarasikan
Kejaksaan akan Tunda Eksekusi Kasus Beddu Amang

 
Berita sulawesi Lainnya

Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data