|
Luwuk
Warga Banggai Bentrok, Dua Tewas
25 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Luwuk: Bentrokan fisik dua desa bertetangga kembali terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah. Sabtu (24/1), sekitar
pukul 7.30 Wita, warga Desa Lamo dengan warga Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, 50 kilometer dari ibu kota Banggai luwuk, bentrokan fisik. Akibatnya, dua warga Desa Lamo tewas, delapan luka-luka berat terkena bacokan parang dan 39 rumah warga Desa Uso habis terbakar.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Tempo News Room, Minggu (25/1), dua warga desa lamo yang tewas itu bernama Yafet Sumang dan Iwan. Kedua bapak anak ini tak dapat diselamatkan nyawanya akibat perdarahan yang begitu banyak. Dua korban ini tewas saat perjalanan menuju Puskesmas Batui. Ia tewas setelah dibacok warga Desa Uso berinisial Fs. Pelaku kini diamankan pihak Polsek Batui.
Aksi keributan berdarah ini bermula saat Fs melaporkan bahwa Iwan, anak Yafet Sumang, mencuri ayamnya. Yafet tak terima tuduhan tersebut. Maka terjadilah perang mulut. Saat adu mulut itulah, tiba-tiba Fs mengeluarkan parang. Terjadilah perkelahian yang berujung pada rubuhnya Yafet. Iwan datang membantu. Dan, ia pun mengalami nasib seperti ayahnya.
Kabar ini tersebar luas di Desa Lamo. Warga desa Lamo lalu beramai-ramai mendatangi Desa Uso dan membakar habis 39 rumah penduduk Desa Uso. Akibatnya, warga Uso terpaksa melarikan diri ke hutan-hutan dan sebagain ke Mapolsek Batui untuk menyelematkan diri. Saat ini 260 KK warga Uso mengungsi ke desa tetangga untuk menghindari terjadinya bentrokan yang lebih parah.
Seorang warga Lamo, Nasir, menuturkan, pihaknya tak bisa menerima perlakuan Fs yang hanya persoalan sepele sampai membunuh warga Lamo. Ia mendesak agar Fs diganjar hukuman seberat-beratnya karena telah membunuh orang. ?Kami fs dihukum seberat-beratnya, masak persoalan curi ayam saja sampai mengeluarkan parang, padahal belum tentu juga anak kami iwan yang mencuri ayamnya? Katanya.
Kapolres Luwuk, AKBP Guntur Widodo sampai saat ini belum bisa dihubungi karena masih berada di tempat kejadian perkara. Menurut seorang petugas jaga dari Polisi Sektor Batui, Bharada Badi, yang dihubungi via telepon, mengakui bahwa dua desa bertetangga terlibat pertikaian berdarah. "Benar warga Desa Lamo dan Uso kemarin terlibat bentrok," katanya.
Ia mengatakan, situasi kedua desa saat ini masih tegang karena banyaknya warga yang mengungsi. Meski demikian, kata dia, situasi masih bisa dikendalikan. Aparat TNI dari Kodim Luwuk kata dia juga sudah disiagakan di lapangan untuk mencegah adanya aksi balasan. "Polisi berjaga-jaga di kedua desa yang bertikai," ujarnya.
Ini bentrokan antardesa kedua di wilayah Sulawesi Tengah. Rabu (21/1), dua desa bertetangga, Desa Maranatha dan Desa Sidondo I di Kabupaten Donggala, terlibat bentrok. akibatnya satu warga tewas dan 4 rumah terbakar habis.
Darlis - Tempo News Room
|