|
Sulawesi Tengah
Warga Donggala Bentrok, Satu Tewas
22 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Palu:Warga Desa Maranatha dan Desa Sidondo, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 15.30 WITA, Rabu (21/1) sore, terlibat bentrok. Akibatnya, satu orang tewas, dua luka berat, dan empat rumah dibakar massa.
Warga yang tewas diketahui bernama Samuel Malatinggi (56), warga Desa Maranatha, yang kena tembak dengan senjata rakitan di pinggang bagian kanan hingga tembus ke pinggang kiri.
Sementara dua warga yang luka berat, masing-masing bernama Lamborongan (56), warga Desa Maranatha, terkena tembakan di bagian kepala dan dadanya, dan Tengge (42), warga Desa Sidondo, yang terkena tombak di lengan kanan dan lidahnya putus terkena tebasan golok penyerang.
Kamis (22/1) ini, warga yang tewas sudah dikuburkan pihak keluarga, setelah diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu. Sementara korban yang luka-luka kini dirawat di Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.
Setelah menyerang warga Maranatha, warga Desa Sidondo kembali menyerang perkampungan Maranatha. Akibatnya, empat rumah warga Maranatha dibakar. Akibat penyerangan itu, warga kedua desa itu (Maranatha dan Sidondo) memilih eksodus ke desa-desa tetangga yang dianggap aman.
Polisi, yang menerima laporan bentrok itu, menurunkan satu peleton pasukan Perintis dari Polres Donggala dibantu personel dari Kepolisian Sektor Biromaru, Sektor Dolo, dan Sektor Marawola untuk mengamankan situasi. Namum, para penyerang sudah terlebih dulu kabur.
Warga Desa Maranatha yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan, pemicu terjadinya bentrok itu bermula dari seorang warga Maranatha yang sedang mengerjakan sawahnya dipukul oleh warga Sidondo. Setelah itu, warga tersebut melaporkan kepada warga Maranatha lainnya.
Dengan laporan itu, warga Maranatha langsung berjaga-jaga di kampung mereka. Tapi, tiba-tiba massa dari Desa Sidondo langsung menyerang ke Maranatha dan membakar rumah. Saat itu, Samuel Malatinggi yang juga Ketua Badan Perwakilan Desa Maranatha datang mengamankan aksi pembakaran rumah itu sehingga akhirnya terkena tembakan massa sampai tewas.
Sementara itu, Jiwa Laulasa (70) warga Sidondo menuturkan, bahwa Minggu (18/1) dia bermaksud pergi ke Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, dengan menumpang ojek. Begitu tiba di persimpangan jalan menuju Desa Bora, tiba-tiba dia dicegat oleh sekelompok massa bersenjata tajam dari Desa Maranatha lalu ditebas dengan golok.
Akibatnya pangkal lengan kanannya terkena sabetan golok. Dengan berlumuran darah, Jiwa dilarikan oleh pengendara ojek yang ditumpanginya untuk ke Desa Sidondo. Peristiwa itulah yang memicu terjadinya aksi penyerangan oleh warga Sidondo ke Desa Maranatha.
Sampai Kamis (22/1) ini, situasi di kedua desa itu masih mencekam. Terjadi konsentrasi massa dengan senjata tajam seperti golok, tombak, panah pelontar, dan senjata rakitan di sejumlah titik. Polisi juga masih tetap berjaga-jaga di kedua desa itu dari kemungkinan terjadinya aksi susulan.
Darlis - Tempo News Room
|