|
Sulawesi Tenggara
Dua Kapal Tabrakan di Perairan Sulawesi Tenggara
17 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Kendari: Satu kapal tak dikenal menabrak kapal motor (KM) Sutra Alam 02 di perairan Sulawesi Tenggara. Usai menabrak, kapal yang tak diketahui identitasnya itu langsung melarikan diri. Tabrakan terjadi pada Kamis (15/1) pagi. "Informasi ini terlambat kami ketahui, karena KM Sutra Alam 02 tak dilengkapi peralatan komunikasi yang memadai," kata Rocky Asikin, Kepala Search and Rescue (SAR) Kendari kepada Koran Tempo, di Kendari, Sabtu (17/1).
SAR Kendari menyebutkan, tabrakan terjadi saat KM Sutra Alam 02 sedang beroperasi mencari ikan di Selat Hoba-hoba, kawasan perairan selat Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna. Adapun kapal penabrak yang tidak diketahui identitasnya itu berlayar dari arah timur. Diduga, kapal itu berangkat dari salah satu pelabuhan yang ada di sejumlah daerah di kawasan itu, seperti Banggai (Sulawesi Tengah) atau Ambon.
Tabrakan terjadi sekitar 90 mil di tenggara pelabuhan Kendari. Akibat tabrakan itu, dua anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda kapal, Sulaiman, mengalami luka parah. Bersama 13 kru kapal lainnya, saat ini para korban masih dirawat warga di Pulau Buntu-buntu tempat mereka terdampar.
Tabrakan baru diketahui SAR pada Jumat (16/1) malam, berdasarkan informasi yang diberikan kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel) Kendari yang mendapat laporan dari pihak pelabuhan Raha di Kabupaten Muna.
Kasus tabrakan kapal ini merupakan ketiga kalinya terjadi di perairan Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, 21 November 2003, saat berlangsungnya arus mudik lebaran, dua kapal pengangkut sembako dan penumpang, KMP Adidas dan KMP Sinar Akaba bertabrakan di sekitar perairan Pulau Hari, Kabupaten Kendari -sekitar 25 mil arah timur Pelabuhan Kendari. Lantaran kedua kapal tak dilengkapi dengan lampu navigasi, tabrakan yang terjadi sekitar pukul 01.00 dinihari itu, mengakibatkan seorang penumpang KMP Sinar Akaba tewas.
Selain itu, pada 2 Januari 2004, dua kapal pengangkut barang, KM Umisari Indah 02 dan KM Sumber Barokah III bertabrakan di sekitar perairan antara pulau Hari dan Tanjung Pamali -sekitar 20 mil laut arah Timur pelabuhan Kota Kendari. Tabrakan yang terjadi sekitar pukul 23.55 Wita, itu mengakibatkan KM Umisari Indah 02 tenggelam dan salah seorang dari tiga korban yang mengalami luka bakar, meninggal.
Berdasarkan data Kantor SAR Kendari, sejak 2001 kasus kecelakaan sering terjadi di perairan Sultra. Pada 2001, jumlah kecelakaan laut di sekitar perairan Sultra mencapai 15 kasus dengan korban meninggal 22 orang dan hilang 22 orang. Pada 2002, jumlah kasus kecelakaan laut meningkat menjadi 20 kasus dengan korban meninggal sebanyak 22 orang dan hilang 10 orang. Untuk 2003, jumlah kecelakaan laut mengalami penurunan 50 persen, sebanyak 10 kasus dengan jumlah korban tewas 6 orang. "Kecelakaan biasanya terjadi pada saat berlangsungnya musim ombak yang mencapai puncaknya, sekitar Desember," kata Rocky.
Wilayah perairan Sultra termasuk kawasan yang rawan untuk pelayaran kapal karena posisinya berhadapan langsung dengan laut Banda yang dikenal memiliki ombak yang cukup ganas. Kondisi ini diperparah dengan sikap para pemilik kapal dan nakhoda yang terkesan enggan melengkapi kapalnya dengan peralatan komunikasi dan keselamatan yang memadai. Apalagi, para pemilik kapal juga enggan melaporkan keberadaan kapalnya ke kantor Adpel setempat. "Padahal, mengacu pada tingginya resiko kecelakaan di laut, kami berulang kali mengingatkan para pemilik kapal dan nakhoda," kata Rocky.
Dedy Kurniawan - Tempo News Room
|