|
Manado
Enam Tewas dalam Pertikaian di Bolaang Mongondow
06 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Manado: Pertikaian antarkampung di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, menewaskan enam warga setempat. Kerusuhan yang terjadi sejak awal tahun (1/1) hingga Senin (5/1) itu melibatkan warga di Desa Imandi dan Tambun, Kecamatan Dumoga Timur. "Pemicunya balas dendam antarwarga (Desa Imandi dan Tambun)," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Utara, Komisaris Polisi Hery Dahana, Selasa (6/1).
Kejadian ini bermula pada Kamis malam pekan lalu. Windi Lolowang, 22 tahun, warga Desa Imandi pergi
bertamu ke Desa Tambun. Dengan mengendarai sepeda motor, Windi dianiaya sekelompok orang di Tambun.
Windi yang mengalami luka parah itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Datoe Binangkang, Kotamobagu dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Manado.
Sehari kemudian, Jumat (2/1), Windi meninggal. Kematian Windi ini membuat warga Imandi emosi. Sekitar seratus warga Imandi menyerang warga Desa Tambun. Serangan ini menewaskan seorang warga Tambun Jenli Poluan (20). Aparat keamanan yang berada di Dumoga menjaga ketat pemakaman kedua warga tersebut. Namun, situasi belum mereda. Warga di kedua desa itu masih saling curiga dan bergerombol di pinggiran jalan.
Senin dinihari, pertikaian antar warga ini terjadi kembali. Warga Imandi menyerang ke Desa Tambun sekitar
pukul 01.30. Serangan ini dibalas warga Desa Tambun sekitar pukul 05.30.
Empat warga tewas, masing-masing Jujun Poluan, 30 tahun, Esan Karundeng, 30 tahun, Melky Pesik, 22 tahun, dan Hendra Bororing, 19 tahun. Sedangkan yang mengalami luka parah antara lain Maikel Lenah, Jaudi Pakasi dan Kalo Tumalun. Saat penyerangan terjadi, ratusan warga dari dua desa yang terlibat pertikaian ini menggunakan
samurai, panah wayer, tombak dan senjata api rakitan.
Menurut Hery, sekitar 250 personil Brimob Polda Sulawesi Utara, aparat kepolisian Bolaang Mongondow,
Minahasa dan Manado telah ditempatkan di Kecamatan Dumoga Timur. "Untuk upaya rekonsiliasi, hari ini
pertemuan antara tokoh masyarakat setempat," ujarnya.
Diharapkan dengan pertemuan ini akan ada keputusan bersama untuk tidak memperpanjang permasalahan.
Pertemuan ini disaksikan Bupati Bolaang Mongondow Ny. Marlina Moha Siahaan dan Kapolres Bolaang Mongondow AKBP I.N. Sumanajaya.
Sementara itu, saat pergantian tahun di Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Selatan, aparat kepolisian
Minahasa menemukan dua bom rakitan. Selain itu, polisi menemukan bahan pembuat bom, berupa belerang, pupuk
urea merek matahari, baterei, kabel dan botol. Tiga orang tersangka diperiksa dan ditahan di Polres Minahasa. "Hasil penyelidikan sementara, itu bom ikan," katanya.
Verrianto Madjowa - Tempo News Room
|