|
Makassar
Massa Bakar Bendera Golkar di Makassar
05 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Makassar: Sekelompok massa Golkar yang mengaku sebagai pendukung Nurdin Halid, berdemonstrasi ke kantor DPD Golkar Sulawesi Selatan di Makassar, Senin (5/1). Dalam aksinya, mereka membakar sedikitnya 9 bendera Partai Golkar.
Aksi bakar bendera oleh sejumlah simpatisan Golkar itu merupakan protes atas nomor urut yang diberikan kepada
Nurdin. Pengunjuk rasa menuntut posisi Nurdin sebagai caleg (calon anggota legislatif) Partai Golkar
dipertukarkan dengan Prof. Dr. Anwar Arifin. Pengunjuk rasa menuntut Nurdin ditempatkan minimal pada urutan kedua yang saat ini diisi Anwar Arifin. Sebelumnya, Nurdin yang masuk daerah pemilihan I dicalonkan Partai Golkar Makassar pada urutan pertama.
Massa mengaku berasal berasal dari berbagai elemen di antaranya supporter Persatuan Sepakbola Makassar (PSM), AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) Sulsel.
Pendukung Nurdin ini sudah dua kali melakukan aksi serupa. Kali ini, mereka mengancam akan menghancurkan
Golkar di Makassar jika tuntutannya tidak dilaksanakan. "Jika tuntutan kami tidak dilaksanakan maka kami akan menggagalkan kampanye Akbar Tanjung di Makassar," kata Firdaus Badawi, koordinator aksi.
Menanggapi desakan pengunjuk rasa, Partai Golkar Sulsel telah melayangkan dua buah surat, masing-masing
tertanggal 29 dan 31 Desember 2003. Dalam surat itu, Golkar Sulsel meminta agar dipertimbangkan pertukaran
Nurdin Halid dan Anwar Arifin secara serius. Namun sampai saat ini surat ini belum dijawab dari DPP Golkar.
Koordinator Biro Pemenangan Pemilu (BPP) Golkar Sulsel, Arfandy Idris, juga mengaku pernah membicarakan masalah tersebut dengan Akbar Tanjung di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurutnya, Akbar meminta diberikan kepercayaan untuk membicarakannya dengan Tim Organisasi Keanggotaan dan Kederisasi DPP Golkar.
Sebab, hal tersebut bukan keputusannya sendiri.
Arfandy mengatakan, Nurdin Halid memang sudah mengakar di Golkar Sulsel. Ia menyebut Nurdin memulai
pengabdiannya di Golkar dari bawah. "Hanya kami sangat sayangkan kalau justru simpatisan yang cukup militan
untuk partai yang melakukan hal ini, padahal yang demikian ini tidak seharusnya muncul," katanya.
Muannas - Tempo News Room
|