|
Manado
14 Ribu Pengungsi Maluku Utara Masih di Sulawesi Utara
04 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Manado: 14 ribu jiwa pengungsi Maluku Utara hingga awal Januari 2004 masih berada di Sulawesi Utara. Sebanyak 5000 pengungsi telah memilih untuk menetap, sedangkan sisanya masih dalam proses pemulangan ke daerah asal. "Paling banyak pengungsi yang akan pulang ini masih berada di Sangihe dan Talaud," kata Ketua Forum Komunikasi Peduli Pengungsi Maluku-Maluku Utara, Hengky Andries, Sabtu (3/1)
Menurut dia, keseluruhan pengungsi Maluku Utara yang memilih pulang ke daerah asal ini sebanyak 34 ribu orang. Dari jumlah tersebut, yang telah mengikuti program pemulangan sekitar 25 ribu jiwa. Namun, di antara
pengungsi yang pulang itu ada yang kembali lagi ke Manado.
Hengky mengatakan, pengungsi memilih kembali dengan biaya sendiri ke Sulawesi Utara ini karena kondisi di daerah asal, seperti Ternate dan Halmahera masih belum memungkinkan untuk ditempati. "Pengungsi di Ternate masih ditempatkan di camp-camp. Seharusnya tidak begitu," ujarnya.
Ada juga, kata Hengky, bangunan rumah untuk pengungsi dari Sulawesi Utara malah ditempati pengungsi yang lain. Itu sebabnya, pengungsi dari Sulawesi Utara yang ikut program pemulangan masih tinggal di tenda-tenda darurat. Sedangkan di Bacan dan Jailolo, tempat pengungsi sudah lebih bagus.
Hingga kini, hasil temuan Forum Komunikasi, tempat pengungsian yang paling memprihatinkan berada di Ternate dan Tidore. Selain itu, Forum juga menyesalkan ada pengungsi yang dua kali telah menerima dana tidak diproses aparat terkait. "Ada pengungsi yang menerima dana beberapa kali dengan nama yang berbeda," kata Hengky.
Hengky mencurigai program pemulangan pengungsi ini berkaitan dengan semakin dekatnya pemilihan umum. Apalagi, banyak pengungsi yang masih harus tinggal di camp dan tenda. Diharapkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara lebih bertanggung jawab terhadap pemulangan pengungsi ini. "Jangan sampai pengungsi ini dipulangkan hanya karena pemilihan umum," ujarnya.
Sementara itu, menurut Koordinator camp pengungsi Kitawaya, Kairagi Manado, Daniel Bengkulu, pengungsi yang masih menempati camp itu sebanyak 68 kepala keluarga. Mereka ini yang telah memilih menetap dan tidak akan kembali ke daerah asal. Sebelumnya, di camp Kitawaya, terdapat sekitar 400 kepala keluarga.
Sedangkan di camp Megabelia, Bitung, masih ada 253 kk pengungsi, sebelumnya terdapat 645 kk. "Pengungsi yang masih berada di camp ini memilih untuk menetap," kata John Lakesianan, Koordinator camp Mega Belia Bitung.
Verrianto Madjowa - Tempo News Room
|