|
Sulawesi Tengah
Bom Kembali Meledak di Poso
23 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Poso: Bom berdaya ledak rendah (low ekslosive) meledak di depan kantor Lurah Lembomawo, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa pagi (23/12) sekitar pukul 10.00 WITA. Walau tidak ada korban jiwa, kaca depan kantor kelurahan pecah terkena serpihan bom.
"Bom adalah ulah para provokator Poso, ingin memancing kemarahan warga Poso yang hendak melaksanakan Natal. Syukurlah resistensi warga Poso sudah sangat kuat terhadap provokasi," kata Kepala Kepolisian Resor Poso, Ajun Komisaris Besar Polisi Abdi Darma.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, bom diletakkan dalam rantang makanan yang dibungkus tas kresek plastik hitam. Sebelumnya, bom berada dalam mobil angkutan kota (angkot) jurusan Poso-Lembomawo. Awalnya, keberadaan bungkusan diketahui penumpang terakhir yang turun di Lembomawo, Mince Muda. Menurut Mince, angkot Daihatsu Espass merah itu membawa penumpang dari Pasar Sentral, Kota Poso. Tiba di Kelurahan Sayo, dirinya mencurigai bungkusan tak bertuan. Tapi, tak satupun penumpang yang turun di Kelurahan Sayo, itu mengaku si empunya bungkusan. Akhirnya, Mince memberitahukannya kepada sopir angkot, Roy. Kemudian Roy mengambil dan meletakkan bungkusan itu di depan lapangan sepak bola yang berdekatan dengan kantor kelurahan. Roy pun melaporkannya ke aparat keamanan Tentara Nasional Indonesia di Pos Tugu.
Beberapa menit kemudian, Roy dan aparat TNI datang dan memeriksa bungkusan. Saat rantang dibuka, ternyata isinya sebuah rangkain kabel dan baterai. Aparat TNI kemudian menendang-nendang rantang itu. Hanya dalam hitungan menit, bom kemudian meledak dan mengeluarkan suara menggelegar hingga terdengar sampai Desa Tagolu yang berjarak 3 kilometer dari tempat kejadian. Ledakan itu sempat membuat warga Lembomawa, Ronoruncu, Maliwuko dan Tagolu, panik dan berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan apa yang terjadi.
Menurut Alex, 30 tahun, Aktifis Crisis Center Gereja Kristen Sulawesi Tengah, warga di Kota Tentena -basis pengungsian umat Kristen Poso, tidak terpancing aksi kekerasan dan ledakan bom yang belakangan muncul kembali. "Warga Tentena sudah larut dalam kesibukan menjemput hari Natal. Sejumlah gereja sibuk menggelar acara-acara seremonial, seperti perlombaaan lagu-lagu rohani dan pertandingan olah raga," kata Alex.
Darlis - Tempo News Room
|