|
Sulawesi Tenggara
Kapal Pengangkut Pemudik Tabrakan
21 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dua kapal pengangkut bahan-bahan pokok dan warga yang hendak mudik Lebaran yakni Kapal Motor Penumpang Adidas dan Kapal Motor Penumpang Sinar Akaba bertabrakan di sekitar perairan Pulau Hari, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara atau sekitar 25 mil arah Tenggara pelabuhan Kendari. Akibatnya, KMP Sinar Akaba tenggelam.
Dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan,
tabrakan terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dinihari
(21/11). KMP Sinar Akaba berangkat dari pelabuhan
Kota Kendari Kamis malam (20/11) sekitar pukul 23.00
WITA dengan tujuan pelayaran pelabuhan Roko-roko di
Pulau Wawonii.
Selama dua jam, pelayaran berlangsung mulus. Namun tak
dinyana, setibanya di sekitar perairan Pulau Hari, KMP
Sinar Akaba berpapasan dengan KMP Adidas yang
berangkat dari pelabuhan Raha, Kabupaten Muna dengan
tujuan pelabuhan Kota Kendari.
"Segalanya berlangsung dengan cepat. KMP Adidas
tiba-tiba saja muncul dan jaraknya sudah tak jauh dari
KMP Sinar Akaba," kata Asri, 32 tahun, salah seorang
penumpang KMP Sinar Akaba yang berhasil selamat kepada
Tempo News Room di Kendari, Jumat (21/11).
Menurut Asri, tabrakan tak bia dihindarkan karena
jarak antara kedua kapal yang terbuat dari kayu itu
sudah sudah sangat dekat. Ia sendiri mengaku hanya
bisa berteriak dan tiba-tiba "braak". Bersamaan dengan
suara itu tubuhnya terangkat tinggi dan langsung jatuh
ke laut. Saat kejadian, kata Asri, dirinya kebetulan
sedang duduk-duduk di buritan KMP Sinar Akaba
menikmati sebatang rokok usai bersantap sahur.
Asri mengatakan, usai menabrak, KMP Adidas tak
langsung berhenti tetapi terus meluncur ke atas badan
kapal KMP Sinar Akaba. Akibatnya, seluruh penumpang
yang berjumlah sekitar 40 orang termasuk 6 Anak Buah Kapal cerai-berai menyelamatkan diri.
Selama kurang lebih tiga jam, mereka terapung-apung di
laut. Baru pada pukul 04.00 subuh tadi, sebuah kapal
kayu dari Ereke, Kabupaten Muna, yang kebetulan
melewati lokasi kecelakaan datang memberikan
pertolongan.
Data dari kantor Safe And Rescue Kendari menyebutkan, dari 40 penumpang KMP Sinar Akaba, satu diantaranya yang bernama Marsiani, 15 tahun, tewas karena mengalami luka parah di bagian kepalanya. Satu korban lagi bernama Tia, 20 tahun, saat ini berada dalam kondisi kritis karena hampir di sekujur tubuhnya terdapat luka menganga. Sedangkan dua korban lainnya yakni La Kana dan La Dudu sampai saat ini belum ditemukan.
"Kuat dugaan korban bernama Tia terkena sabetan
baling-baling mesin kapal," kata Kepala kantor SAR
Kendari Roki Asikin.
Menurut Roki, sebanyak 36 penumpang KMP Sinar Akaba
berhasil diselamatkan kapal penumpang lainnya yang kebetulan lewat di sekitar lokasi kejadian. Saat
ini, SAR Kendari tengah melakukan pencarian dua penumpang yang dinyatakan hilang itu.
Sebab-sebab terjadinya tabrakan itu sendiri belum
diketahui. Nakhoda KMP Sinar Akaba, Autu, 35 tahun,
belum bisa dikonfirmasi karena saat ini yang
bersangkutan sudah diamankan oleh aparat Kepolisian Sektor Wawonii.
Roki mengatakan, dari laporan yang diperolehnya
menyebutkan, kedua kapal naas itu masing-masing
berbobot 35 groos ton (GT). Selain mengangkut
penumpang, kedua kapal itu diketahui juga sering
mengangkut kebutuhan sembako.
Tetapi, laporan pihak kantor Administrasi Pelabuhan
(Adpel) Kendari menyebutkan bahwa kedua kapal itu
sebenarnya tak mengantongi Surat Ijin Pelayaran (SIP).
"Setelah kami cek kedua kapal itu memang tak punya
SIP," ujar Roki.
Penangung jawab KMP Sinar Akaba Suryanti Djafar
mengatakan, pihaknya belum mengetahui sebab-sebab
terjadinya tabrakan. Informasi soal tabrakan juga
diperolehnya dari seorang keluarganya yang bekerja di
pelabuhan Kendari.
Menurut Suryanti, selain menjabat sebagai nakhoda,
Autu juga merupakan pemilik KMP Sinar Akaba. "Saya ini
cuma bertanggung jawab saat kapal hendak berangkat
atau tiba tetapi pemilik sebenarnya KMP Sinar Akaba
adalah Autu yang menjadi nakhodanya," katanya.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada kabar tentang kondisi para penumpang KMP Adidas. Tim SAR yang berada di lokasi kejadian melaporkan kapal tersebut sedang ditarik menuju pelabuhan Kendari.
Dedy Kurniawan - Tempo News Room
|