Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Polisi Sita 1.149 Bal Pakaian Bekas Impor
15 April 2003

TEMPO Interaktif, Makassar:Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Makassar, Sulawesi Selatan, menahan 10 truk yang mengangkut 1.149 bal pakaian impor, Selasa siang (15/4). Polisi menyita pakaian bekas dari luar negeri tersebut dengan alasan tidak memiliki izin impor.
Kepala Satuan Reserse Polwiltabes Makassar, Komisaris Zulfakar, menjelaskan pemasok pakaian impor tersebut melanggar Undang-Undang Kepabeanan karena tidak memiliki izin impor. Menurutnya, tersangka dalam kasus tersebut diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara. Karena itu, pihaknya menahan sopir-sopir truk yang mengangkut pakaian impor tersebut untuk dimintai keterangan.

Dia menjelaskan, pakaian impor tersebut masuk melalui Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Timur, kemudian diangkut menuju Pelabuhan Parepare, sekitar 160 kilometer utara Makassar, Sulawesi Selatan. Sekitar pukul 04.00 Wita, Selasa (15/4), truk-truk yang mengangkut pakaian impor tersebut dicegat ketika hendak memasuki kota Makassar.

Belum diperoleh angka pasti nilai pakaian impor yang disita tersebut. Sejumlah sumber mengungkapkan, harga pakaian impor itu rata-rata Rp 1 juta per bal, sehingga kerugian sedikitnya Rp 1 miliar.

Di tempat terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan, Natsir Mansyur, menilai kebijakan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Soewandi yang melarang impor pakaian bekas sebagai kesalahan makro. Langlah tersebut tak lebih kebijakan panik tanpa memahami persoalan sebenarnya.

"Kalau alasannya takut menjadi media penyebaran SARS, itu sangat emosional. Toh, selama lebih 20 tahun keberadaan pakaian impor di Sulsel, belum pernah terdengar membawa penyakit dari luar," ujarnya di sela-sela pertemuan gubernur se-Sulawesi di Makassar. Muannas-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita sulawesi Lainnya

Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data