|
Nusa
Ekspor Kakao dan Rokok Belum Terganggu Perang
31 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Palu:Ekspor komoditas andalan Sulawesi Tengah kakao ke Amerika Serikat dan sejumlah negara di Asia Tenggara melalui pelabuhan laut Pantoloan Palu sampai sekarang belum terganggu dengan adanya agresi militer Amerika Serikat ke Irak.
Kepala Administrator Pelabuhan Pantoloan, Yusmardi, di Palu, Senin (31/3) siang mengatakan kegiatan pengapalan komoditas kakao ke luar negeri, termasuk Amerika melalui Pantoloan sepekan terakhir masih berjalan lancar. "Kondisi ini juga berlaku untuk ekspor komoditas lainnya," kata dia.
Menurut Yusmardi, para eksportir di Kota Palu sampai kini belum mendapat kesulitan kapal pengangkut dan kontainer dari maskapai pelayaran dalam dan luar negeri. "Saya belum terima laporan kalau mereka menemui kendala.”
Ekspor komoditas hasil bumi dan laut asal Sulawesi Tengah umumnya memanfaatkan jasa pelayaran kapal yang dioperasikan perusahaan berbasis di Surabaya, Jakarta, Singapura, Hongkong, dan Taiwan. Sementara layanan kontainer bukan berasal dari President American Lines (PAL) di San Francisco, namun Evergreen Taiwan dan Meratus Jakarta.
Menurut data Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Sulawesi Tengah, realisasi ekspor kakao asal provinsi ini setiap bulannya di atas 7.000 ton, sekitar 74 persen di antaranya ke Amerika Serikat. Total ekspor kakao selama 2002 mencapai 88.270 ton dengan perolehan devisa US$ 119,21 juta.
Pabrik rokok PT Gudang Garam Kediri juga menyatakan distribusi dan ekspor produknya tidak terganggu oleh adanya perang Irak. Bahkan, Uni Emirat Arab yang berdekatan dengan wilayah konflik perang Irak, masih memesan rokok untuk memasok kebutuhan konsumen di negara itu.
"Meskipun distribusi ekspor rokok Gudang Garam mencapai seluruh kawasan di dunia, perang yang melibatkan Irak versus Amerika Serikat dan sekutunya sama sekali tak mempengaruhi pemasaran rokok kami. Termasuk Uni Emirat Arab baru-baru melakukan pemesanan," kata Slamet Budiono, Wakil Kepala Divisi Umum PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Senin (31/3) sore.
Menurut Slamet, pemasaran rokok Gudang Garam ke luar negeri ditangani agen yang di sejumlah negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, Australia, Belanda, Prancis, Jerman, Swiss, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab. Ekspor rokok ke negara-negara tersebut tidak ada penurunan jumlah. (Darlis/Dwidjo-Tempo News Room)
|