Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Dua Warga Poso Tewas Ditembak Orang tak Dikenal
08 Desember 2002

TEMPO Interaktif, Poso:Dua warga Poso kembali menjadi korban penembakan misterius. Toni Sango (23) dan Oeter (23) Kamis siang (5/12) sekitar pukul 13.00 WITA tewas diterjal peluru yang dilesakkan oleh orang yang tak dikenal. Toni, pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah meninggal di tempat kejadian setelah tertembak di bagian belakang kepala. Korban ditemukan juga luka bacok yang cukup menganga di bagian pinggang. Sedang Oeter ditemukan tiga luka tembakan ditubuhnya.
Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, peristiwa penembakan yang cukup mengagetkan warga kota Poso, di saat korban Toni sudah siap-siap menghidupkan mesin sepeda motornya. Di belakangnya korban Oeter sudah siap-siap juga sembari memegang papan kayu yang akan dibawa ke desanya Rononuncu Kecamatan Lage. Maksud korban Toni membawa papan kayu tersebut untuk dibuat rak-rak penyimpanan baju-baju calon anaknya yang masih berusia lima bulan dalam kandungan istrinya, Pegy Elpin (20)

Namun tak diduga korban Toni diterjal peluru. Dia pun langsung roboh, menyusul korban Oeter. Diduga Oeter sempat melakukan perlawanan setelah melihat banyaknya bacokan ada di tubuhnya. Jenazah Oeter dikembalikan keluarganya di desa Rononuncu sedang korban Toni ambil keluarganya dan dibawa ke Palu, ibukota provinsi Sulawesi Tengah. Jenazah korban Toni tiba di Palu Jumat pagi (6/12) dan dikebumikan pada Minggu (8/12).

Aparat kepolisian Poso berkehendak mengambil jenazah Toni untuk diutopsi, namun pihak keluarga menolak maksud aparat kepolisian karena pihak keluarga tidak rela korban Toni tubuhnya dibedah dan diacak-acak. Dia sangsi kasus ini dapat terbongkar meski korban Toni sudah di atopsi. "Sudah sekian banyak mayat-mayat di Poso sudah diatopsi tapi pelaku penembakan belum ada yang terungkap," kata mertua Toni, M. Pilongo.

Juru bicara polda Sulteng, AKBP Agus Sugianto saat dikonfirmasi soal penembakan misterius ini berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Pihak kepolisian katanya akan menyelidiki kasus ini karena bisa jadi preseden buruk bagi kelangsungan Deklarasi Malino. "Kita akan selidiki kasus ini sampai tuntas," ujarnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat Poso agar tak terpancing dengan adanya tiga kasus penembakan misterius dalam pekan ini. Menurutnya warga Poso sudah tidak terlalu panik bila ada warga yang tewas. "Warga Poso sudah tak terpancing isu-isu yang menyesatkan," Katanya.

Dalam pantauan Tempo News Room dua pekan terakhir ini Poso kembali dimarakkan adanya isu-isu adanya penyerangan di dua kelompok yang pernah bertikai. Di pihak kelompok Kristen tersebar isu bahwa pada akhir bulan Ramadhan akan ada penyerangan dari pihak Muslim ke desa-desa Kristen sedang di pihak Muslim tersebar kabar akan ada penyerangan yang dilakukan Laskar Manguni.

Sepekan terakhir ini kabupaten Poso sudah tiga korban menjadi mayat akibat penembak gelap tersebut. Selasa lalu (4/12) Warga desa Kawende, kecamatan Poso Pesisir, bernama Agustinus Baco (47) tewas diterjal timah panas setelah ia pulang dari kebunnya.

Senin sebelumnya (2/12) kantor Dinas Kesatuan Bangsa dibom. Pengeboman itu juga memporakporandakan kantor yang ada di sebelahnya, kantor Pertanahan Nasional dan kantor Dinas Pendapatan Daerah Poso. Sampai sekarang Polisi belum menemukan pelaku pengeboman kantor yang berada dalam kawasan kantor Bupati Poso. (Darlis-Tempo News Room)



Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Dua Warga Poso Tewas Ditembak Orang tak Dikenal
Kapolda Tolak Kemungkinan Keterlibatan TNI dalam Penembakan di Jalan Juanda
TNI Akan Kirim Tim Penyidik ke Maluku
Polisi Baru Periksa Dua Saksi
"Kalau memang salah, tarik, dihukum."

 
Berita sulawesi Lainnya

Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data