Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Yang Meledak Bom Rakitan Berkekuatan Low Explosive
31 Desember 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ledakan di tempat Kongres II Umat Islam Sulawesi Selatan di Makassar disebabkan bom rakitan dengan daya kekuatan rendah (low explosive), kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Firman Gani, Minggu (30/12) malam.

“Ada kemasan bom dengan menggunakan pipa pralon berbahan black powder. Sumber power-nya dihubungkan dengan baterai. Bom rakitan ini memakai sistem elektro,” kata Firman saat melapor lewat telepon seluler ke Kapolri, Jenderal Dai Bachtiar, dari lokasi.

Saat ini pihak Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan dan pihak Laboratorium Forensik masih terus memeriksa ruang makan tempat terjadinya ledakan.

Kapolda menyatakan, kemasan bom rakitan itu diletakkan dalam bungkusan nasi di dalam plastik. Setelah bungkusan nasi itu disimpan beberapa saat di ruang makan, tiba-tiba meledak. Ledakan itu sendiri tidak menyebabkan dinding gedung rusak parah. Tampak hanya kaca dinding yang pecah berantakan.

Wakil Ketua Panitia Pelaksana, HM Sirajudi, menjelaskan bahwa ada dua pihak katering yang mengantar pesanan nasi sebelum ledakan itu, yaitu Maccopa dan Tamalanrea. Selain dua perusahaan, masih ada enam perusahaan katering lain yang melayani konsumsi sekitar 2.000 peserta Kongres.

Sirajudi mengharapkan pihak Polda Sulawesi Selatan juga memeriksa ruang sidang pleno. “Ini untuk menghindari hal-hal yang kita tidak inginkan,” kata Sirajudi.

Dia mengatakan, hingga saat ini sidang pleno, yang seharusnya dilangsungkan, belum dibuka menyusul ledakan bom tersebut. Para peserta kongres, kata dia, hingga pukul 23.30 WITA belum mendapat makan malam. Pasalnya, konsumsi yang disediakan panitia masih dalam pemeriksaan aparat berwenang.

Pemantauan TNR di lokasi tampak para peserta kongres hanya bergerombol menantikan pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat Polda Sulawesi Selatan. Menurut rencana, Kongres II Umat Islam Sulawesi Selatan ini akan ditutup oleh Wakil Ketua DPR RI, A.M. Fatwa, dan Ketua MUI, Ali Yafi, Senin (31/12). (muannas-tempo news room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Seorang Terdakwa Bom Makassar Divonis Bebas
Membantu Pelarian Pelaku Bom Makassar Divonis Tujuh Tahun
Terdakwa Bom Makassar Divonis Tujuh Tahun Penjara
Dua Terdakwa Bom Makassar Divonis Penjara
Terdakwa Bom Makassar Divonis Enam Tahun Penjara

 
Berita sulawesi Lainnya

Pembela Terdakwa Penyerang Desa Beteleme Tolak Kesaksian
(Rabu, 28/04/2004 | 14:49 WIB)
Ambon Mereda
(Rabu, 28/04/2004 | 14:22 WIB)
Ketegangan di Ambon Meluas
(Rabu, 28/04/2004 | 12:17 WIB)
Gubernur Minta Status Padi Cina Tidak Dipersoalkan
(Selasa, 27/04/2004 | 16:01 WIB)
Selama 3 Bulan Aparat di Poso Sita 168 Bom
(Selasa, 27/04/2004 | 14:58 WIB)
Grup Artha Graha Menanam Padi Ilegal?
(Senin, 26/04/2004 | 17:46 WIB)
Polisi Tahan Delapan Warga Filipina
(Senin, 26/04/2004 | 14:58 WIB)
Ribuan Mahasiswa Makassar Tuntut Peradilan HAM
(Sabtu, 24/04/2004 | 14:50 WIB)
Lagi, Kadishut Muna Kabur dari Sel Rutan
(Jum'at, 23/04/2004 | 17:51 WIB)
Akibat Penggeledahan Warga Poso Resah
(Rabu, 21/04/2004 | 14:00 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data