TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebuah ledakan terjadi di lokasi Kongres II Umat Islam Sulawesi Selatan di Komplek Asrama Haji Sudiang, Makassar, Minggu (30/15), pukul 19.15 WITA. Ledakan itu membuat tiga orang luka parah.
Wakil Sekretaris Panitia Kongres, Azwar Hasan, menjelaskan ledakan terjadi di ruang makan. Saat itu, ruangan kosong karena peserta kongres mengikuti ceramah agama di Masjid Qubah di Komplek Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Ketiga korban, kata dia, adalah panitia yang mengurusi konsumsi yaitu Anton, Bahar, dan Toha. Mereka dilarikan ke RS Islam Faisal, Makassar, untuk mendapatkan perawatan intensif. Informasi yang dihimpun TNR kondisi ketiga korban cukup kritis
“Sekiranya tidak ada ceramah, pasti banyak yang akan jadi korban,” ujar Azwar.
Azwar mencurigai ledakan itu adalah sebuah teror bagi peseta kongres. Dia menilai, ada pihak-pihak tertentu yang berusaha untuk menggagalkan Kongres Umat Islam.
Kongres II Umat Islam Sulawesi Selatan itu sendiri mengusung agenda utama melahirkan konsep rancangan undang-undang otonomi khusus bagi penegakan syariat Islam di Sulawesi Selatan.
Kongres dilaksanakan oleh Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Sulawesi Selatan sejak Sabtu (29/12) kemarin diikuti oleh sekitar 2000 umat Islam dari 24 kabupaten. Rencananya Kongres baru akan ditutup Senin (31/12) siang.
Pemantauan TNR di lokasi, ruang terjadinya ledakan tertutup rapat dan dijaga oleh puluhan laskar Jundullah. Meski lokasi sudah dipasang police line. (muannas-tempo news room)