TEMPO Interaktif, Jakarta:Kapal Motor (KM) Santa Maria yang melayari rute Manado-Tahuna, terbakar di Pelabuhan Manado. Api yang menjalar dari kamar mesin sejak kemarin sore, baru bisa dipadamkan Senin (28/11) pagi.
Kepala Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Manado, Ajun Komisaris Robby Silangen, menjelaskan kebakaran terjadi karena kelalaian perwira mesin. Saat terbakar, tak ada penumpang dan aktivitas di kapal itu. "Kerugian ditaksir Rp 4 miliar. Kapal ini juga tidak memiliki asuransi," ujarnya. Api yang berkobar-kobar di kapal
dengan panjang 75 meter ini sangat sulit dipadamkan petugas.
Lebih lanjut, dia mengatakan, sebelum KM Santa Maria terbakar, sekitar pukul 13.00 WITA telah terjadi kebakaran di kapal motor Valentine 2. KM Santa Maria yang stand by dengan Anak Buah Kapal (ABK) berhasil menjauh dari KM Valentine yang terbakar. Api di KM Valentine tidak menjalar jauh dan berhasil dipadamkan
dengan cepat.
Lalu, kata Robby, mesin utama di kapal Santa Maria dimatikan. Sedangkan mesin bantu dihidupkan. Perwira mesin Christian Pilat yang menjaga mesin kapal itu pergi membeli rokok di dermaga tanpa ada yang mengawasi mesin. Perwira ini melihat ada kepulan asap di kamar mesin.
Menurut Robby, tidak ada indikasi sabotase atas terjadinya kebakaran ini. Seharusnya ada yang terus-menerus menjaga mesin. Apalagi, di ruangan itu juga sebagai gudang bahan bakar.
Akibat terbakarnya KM Santa Maria, kapal penampung ikan Mina Lestari ikut terbakar karena tak bisa dijauhkan kobaran api. (Verrianto Madjowa - Tempo News Room)