|
Papua
Jenazah Korban GT Air Berhasil Dievakuasi
Senin, 18 April 2005 | 19:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jayapura:Evakuasi jenazah penumpang pesawat Twin Otter milik maskapai penerbangan Germania Trisila (GT Air) beregister PK-LTZ yang jatuh di lereng Gunung Bova, antara Distrik Paniai Timur dan Distrik Duma Dama, Kabupaten Paniai, dapat diselesaikan sekitar pukul 16.00 WIT.
Proses evakuasi dimulai pukul 09.00 WIT menggunakan pesawat helikopter milik Airfast PK-OCA dan helikopter dengan register P-5001 milik Polri dan pesawat Skytruck M-28 dengan register P-2037 milik Polri.
"Sembilan jenasah dibawa ke Timika, Kabupaten Mimika, termasuk di dalamnya kru pesawatnya. Sedangkan delapan jenazah dibawa ke Enarotali, Kabupaten Paniai. Dari sembilan jenazah yang ada di Timika, enam jenazah sudah diambil keluarganya," papar Kepala Polres Mimika, Ajun Komisaris Besar Paulus Waterpauw kepada Tempo, Senin petang (18/4).
Jenazah yang berada di Enarotali, yakni Moses Telegani (19), Meky Songgonauw (38), Kelly Songgonauw (29), Merry Gobay (30), Demiana Mote (32), Timotious Douw (4, anak dari Demiana Mote), Yusuf Nawipa (30), dan Agustina Dogobia (27 thn).
Sedangkan yang diotopsi di Ruang Jenasah di SP4 RSUD Timika, yakni Hans Yemo (26), Billu alias Rekbil (35), Adibu alias Habib (45), Sabrin (43), Rasyid Tulado (51), Karman (23), dan tiga kru pesawat nahas itu.
Jenazah Kapten Pilot Teuku Hendry Dani akan diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat Celebes pagi besok dan jenazah copilot Toto Eko Cahyono dan Mekanik Samudji akan diterbangkan dengan pesawat siang tujuan Surabaya. "Saat ini tiga kru pesawat nahas tersebut telah disemayamkan di rumah Presiden Direktur GT Air Frits Sindu di Timika," ujar Paulus.
Evakuasi bangkai pesawat kemungkinan akan dilaksanakan pada Selasa (19/4). "Malam ini akan dibicarakan lebih lanjut untuk pengangkatan bangkai pesawat tersebut. Sebab tempat kejadiannya masuk wilayah Enarotali, Kabupaten Paniai, maka penanganannya akan dilaksanakan Polres Persiapan Enarotali. Kita akan siap untuk membantu kekuatan dan peralatan," ujar Paulus.
Sementara itu, 13 orang gabungan dari 10 anggota Brimob dan 3 orang Emergency Respons Grup (ERG) PT Freeport Indonesia masih menginap sekitar 2 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat dengan ketinggian sekitar 7.000 feet.
Lita Oetomo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47704_high_thumb.jpg) |
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh di dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47706_high_thumb.jpg) |
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|