|
Papua
Pencarian Twin Otter yang Hilang Diteruskan Hari Ini
Rabu, 13 April 2005 | 07:17 WIB
TEMPO Interaktif, Timika:Pencarian pesawat Twin Otter milik maskapai Germania Trisila (GT) Air dinyatakan hilang di wilayah Enarotali, Timika, Papua, diteruskan hari ini. Burung besi berpenumpang 17 orang termasuk kru pesawat itu, keberadaannya tak terdeteksi setelah sekitar 10 menit meninggalkan Bandara Moses Kilangin, Selasa (12/4) siang.
Juru bicara Polda Timika Ajun Komisaris Besar Binsar Sitompul mengatakan, tim pencarian pesawat gabungan yang terdiri atas Polres, Landasan Udara, Dinas Perhubungan, dan pihak GT Air. “Cuaca buruk dan medan yang sulit dijangkau, menjadi penghalang upaya pencarian,” katanya kepada Tempo, Selasa (12/4) malam.
Dari Papua, Kepala Polres Mimika Ajun Komisaris Besar Paulus Waterpaw, mengatakan upaya pencarian antara lain dikonsentrasikan pada rute pesawat dari Timika menuju Enarotali, Kabupaten Paniai. Pencarian dilakukan dengan pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF). Namun, hingga menjelang petang, lokasi pesawat belum terdeteksi.
Pesawat meninggalkan Bandara Moses Kilangin sekitar pukul 11.00 Waktu Indonesia Timur. Dijadwalkan, setengah jam kemudian, pesawat ini sudah tiba di Enarotali. Tapi, sekitar pukul 12.15 pesawat yang dipiloti Hendri dengan Co Pilot Toto dan teknisi Samudji belum tiba di Paniai.
Kepala Polres Paniai Ajun Komisaris Besar Anthonius Diance mengaku sudah mengerahkan jaringan polisi sektor (Polsek) di wilayah kerjanya. “Saya belum berani mengatakan pesawat itu jatuh atau tidak, yang jelas pesawat tersebut belum diketahui keberadaannya. Kami telah berupaya menghubungi polsek-polsek lain di wilayah Enarotali, Paniai, dan sekitarnya untuk terus mencari keberadaan pesawat ini,” kata Anthonius yang dihubung menjelang petang.
Anthonius mengungkapkan, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Paniai dalam satu pekan terakhir memang buruk. “Selain hujan terus menerus, cuaca sering tidak menentu. Pada pagi hari cuaca sempat cerah, namun menjelang pukul 12.00, cuaca berangin dan diteruskan hujan lebat,” paparnya.
Dia mengatakan, upaya pencarian dibantu maskapai Avia Star dari Nabire. “Hasilnya belum diketahui karena pencarian terbentur cuaca buruk di Enarotali. Kami akan melanjutkan esok hari (hari ini),” jelasnya.
Sebanyak 14 orang penumpang pesawat yang hilang itu adalah, Billy, Karnan, Hadibu, Saprim, Mail, Merry Pigay, Moses Telegani, Melly Songgonauw, Gelly Songgonauw, Anike P, Timotius (bayi), Yusuf, Agustina D, dan Mesak B.
Lita Oetomo/Harun Mahbub
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47704_high_thumb.jpg) |
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh di dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47706_high_thumb.jpg) |
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|