Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Papua

28 Anak-Anak di Merauke Positif HIV/AIDS
Jum'at, 25 Pebruari 2005 | 18:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jayapura: Selama 2004, telah ditemukan sedikitnya 12 bayi berumur satu tahun ke bawah terinveksi HIV di Kabupaten Merauke. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, drg. Joseph Rinta, kepada wartawan di Merauke, Jumat (25/2). "Mereka kemungkinan besar tertular dari sang ibu saat masih dalam kandungan dan juga kemungkinan lain saat ibunya menyusui sang bayi," terangnya.

Selain itu, sepanjang 2004 di Kabupaten Merauke juga ditemukan 16 anak berumur satu hingga sembilan tahun tahun yang terinveksi HIV/AIDS. Mereka masing-masing, 10 anak dengan umur 1-4 tahun, enam anak berusia 5-9. "Dari 16 anak ini, mereka terinfeksi HIV/AIDS dari ibu mereka. Sebab mereka tidak mungkin tertular dari hubungan seksual," terangnya.

Menurut Joseph, data ini diperoleh setelah dilakukan tes dan konseling sukarela (VCT) terhadap bayi yang baru lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dengan cara mengambil sampel darah untuk diperiksa. "Data ini merupakan data terbaru, karena baru dua tahun belakangan ini kami melakukan VCT terhadap bayi-bayi yang baru lahir," ungkapnya.

Untuk itu, dirinya menegaskan jika orang tua si bayi
ini lebih awal terdeksi HIV/AIDS, lalu mengandung,
pihaknya mengharapkan agar tidak menyusui. "Sebab bisa
saja penularannya lewat air susu ibu (ASI), walau itu
kemungkinannya kecil," jelasnya.

Namun menurut Joseph, bayi yang terinfeksi ini akan
dapat bertahan hidup jika mendapatkan gizi yang baik.
Namun bayi harus dalam pengawasan Dinas Kesehatan yang
dikoordinasikan ke pihak lembaga swadaya masyarakat
dalam penanganan gizinya. "Tetapi ini juga tergantung kepada orangtua si bayi apakah mengijinkan untuk pendampingan ini atau tidak," katanya.

Masih menurut Joseph, yang terpenting adalah masa depan si bayi. Karena si bayi belum mendapat suntikan Anti Retro Virus (ARV), karena virus penghambat HIV ini memang hanya untuk yang dewasa. Sehingga untuk penanganan kesehatan si bayi, menurut Joseph, perlu dikoordinasikan bersama.

Cunding Levi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Klinik khusus penderita AIDS dan pengobatan tradisional di Jakarta, 1996 [TEMPO/ Rully Kesuma; R1A/225/96; 20010606].

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

59 Kantong Darah PMI Kota Malang Terinfeksi HIV/AIDS
Pengobatan Pasien HIV/AIDS di Papua Ditingkatkan
Penderita HIV di Kota Sukabumi Terus Bertambah
Pecandu Jakarta Mengonsumsi Narkoba Umur 9 Tahun
Penderita HIV/AIDS di Jakarta Timur 371 Orang
Penderita HIV/AIDS Jakarta Selatan Meningkat Lima Persen
Pengidap HIV di Bali 3.000 Orang
Dinas Kesehatan Sukabumi Temukan Kasus Baru HIV
Dalam Sebulan Penderita AIDS Jakarta Bertambah 100 Orang
PMI Bekasi Temukan Darah Terinfeksi HIV
> selengkapnya...


Referensi

Daftar Istilah Narkoba dan HIV/AIDS
Kumulatif Kasus AIDS dan Trend Epidemi di Indonesia sd akhir Des 2003
AIDS Case Rate di Indonesia Menurut Provinsi
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
> selengkapnya...

Website

Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data