Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Papua

Warga Nabire Telah Kembali
Rabu, 26 Januari 2005 | 12:14 WIB

TEMPO Interaktif, Nabire: Sudah lebih dari satu bulan, Robert Edison, 30 tahun, warga Jalan Merdeka, dekat Pasar Oyehe di Kota Nabire, sekitar satu kilometer dari pusat Kota Nabire, telah kembali ke rumahnya. "Kitorang (kami) su (telah) kembali ke rumah ini, tepatnya minggu kedua bulan Desember tahun lalu," kata Edi, kepada Tempo, hari ini, Rabu (26/1). Robert mengaku senang bisa kembali kerumah walau dia harus membangun kembali rumahnya yang rata dengan tanah diguncang gempa 6,4 skala ritchter 27 November 2004.

Lain lagi dengan Ike, 37 tahun, ibu dari tiga orang putri, mengaku masih sering trauma jika berada di dalam rumah. Apalagi kini setelah mendengar dan melihat disiaran televisi betapa dasyatnya bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. "Memang saat ini kami sudah terlepas dari panas terik matahari dan udara dingin sewaktu di tenda pengungsian. Namun trauma dan ketakutan akan gempa masih terus kami rasakan," katanya. Maklum, selama 2004, Nabire dua kali diguncang gempa.

Memang, Kota Nabire sudah kembali dibangun secara perlahan. Hampir seluruh warga Kota Nabire, sejak minggu ke dua Desember tahun lalu telah kembali ke rumah mereka masing-masing. Transportasi udara dan laut mulai normal kembali.

Adapun untuk fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, jalan dan jembatan, saat ini sedang dalam tahap rehabilitasi. Roda perekonomiannya pun sudah berjalan seratus persen. Harga kebutuhan pokok memang naik akibat kelangkaan bahan bakar minyak, tapi secara keseluruhan, Nabire sudah hidup.

Lita Oetomo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tumpukan bantuan untuk korban gempa bumi diturunkan dari helikopter di Nusa Tenggara Timur (NTT), 1993. [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/456/1993; 20021002]. Rumah penduduk yang hancur karena bencana tanah longsor di desa Kemanukaan, Kec. Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Rini/ PWI.
Bantuan Korban Gempa Bumi
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pendidikan Lingkungan Bagi Anak-anak Korban Tsunami
Belasan Anak Hilang Pascagempa di Palu
Hari Pertama Anak Aceh Bersekolah
Merpati Kembali Sediakan Penerbangan Gratis ke Aceh
The Electric Lamb Susuri Pantai Barat Aceh
Hewlett-Packard Sumbang Korban Tsunami
Gempa 5,2 SR Melanda Padang Sidempuan
Nelayan Meulaboh Butuh Alat Angkut Berat
DPR Minta Tanggap Darurat Dipercepat
Pemerintah Turunkan Bantuan untuk Palu
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data