|
Papua
Masyarakat Mulai Tinggalkan Nabire
Selasa, 30 November 2004 | 12:58 WIB
TEMPO Interaktif, Nabire: Masyarakat Nabire mulai mengungsi keluar daerah mereka, akibat gempa 6,4 skala Richter (SR) yang mengguncang Nabire, Jumat (26/11) yang diikuti beberapa gempa susulan. Berdasarkan informasi dari Bandar Udara Frans Kaisiepo, Kabupaten Biak Numfor, sejak Sabtu (27/11) hingga Selasa pagi (30/11), jumlah warga meninggalkan Nabire meningkat. Pesawat jenis Twin Otter milik Merpati dari Nabire yang setiap hari terbang empat kali, selalu terisi penuh.
Menurut General Manajer Merpati Region Papua Zulmeiri Chas, permintaan masyarakat terbang meninggalkan Nabire cukup tinggi. Sejak gempa mulai terjadi, kursi pesawat Twin Otter Merpati selalu terisi penuh. "Sabtu (27/11), ada empat kali penerbangan dari Biak ke Nabire dan sebaliknya. Saat ke Nabire yang, dua kali digunakan membawa bantuan dari Merpati bagi kru kami di Nabire dan juga untuk masyarakat setempat," katanya Selasa (30/11).
Menurut Zulmeiri, walau permintaan masyarakat Nabire terbang keluar dari Nabire cukup tinggi, Merpati tidak menaikkan tarif tiket pesawat, yakni tetap Rp 362.000 untuk sekali terbang. "Pasca gempa Nabire sendiri, kami menyiapkan dua buah pesawat jenis twin otter untuk melayani jalur Biak-Nabire-Biak," katanya.
Hingga saat ini, korban tewas akibat gempa Nabire mencapai 19 orang, 43 orang luka berat dan 150 orang luka ringan.
Pasca gempa, konidis warga masyarakat yang tinggal di tenda-tenda darurat, mulai memprihatinkan. Sejumlah penyakit, seperti diare dan flu mulai menyerang mereka. Diare yang muncul pasca gempa ini kebanyakan menyerang anak-anak dan balita.
Berdasarkan laporan dari Nabire, hingga Selasa (30/11), banyak warga masih tinggal di luar rumah dengan memasang tenda-tenda darurat. Kendati kekuatan gempa susulan mulai berkurang, tapi Badan Meterologi dan Geofisika Nabire tetap meminta warga agar selalu waspada dan sementara tetap menempati tenda-tenda yang telah disiapkan petugas. Pasalnya, BMG belum bisa diperkirakan kapan gempa susulan berakhir
Sementara itu, bantuan kepada korban gempa masih terus mengalir. Kebutuhan makanan sehari-hari bagi para pengungsi masih cukup. Hanya saja mereka kesulitan memperoleh bahan bakar minyak, khususnya minyak tanah memasak makanan.
Rencananya 2 Desember nanti, Menkokesra Alwi Shihab, Menteri Kesehatan Fadilah Supari dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah akan berkunjung ke Nabire. Menurut Gubernur Papua Drs. JP Solossa, M.Si, kedatangan para menteri ke Nabire nanti, selain ingin melihat dari dekat kegiatan penanganan pasca gempa, juga ingin memberikan dukungan moral bagi warga masyarakat yang menjadi korban akibat gempa tersebut. "Sebab dari hasil peninjauan langsung saya ke Nabire, memang kondisi obyektif di kota tersebut cukup parah. Banyak gedung pemerintahan maupun bangunan fasilitas umum, termasuk milik masyarakat sendiri, hancur. Bahkan ada beberapa rumah yang terbakar, perumahan rakyat yang hancur rata dengan tanah," jelas Solossa kepada wartawan, hari ini.
Lita Oetomo dan Cunding Levi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|