Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Papua

Wabah Diare Jangkiti Warga Teluk Bintuni, 15 Tewas
Kamis, 04 November 2004 | 15:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wabah diare jangkit warga Teluk Bintuni, Kabupaten Bintuni, Papua, akibatnya 15 orang tewas.

Mereka yang meninggal berasal dari Kampung Tomoekang sebanyak 11 orang dan empat orang lagi masing-masing berada di Kampung Kali Tami, Arthamas dan Wariagar.

Meninggalnya 15 orang sepanjang September ini bisa dikategorikan sebagai kejadian luar biasa. Menurut Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Teluk Bintuni, dr. Mia Kusumaningrum Go, karena faktor kondisi air untuk kebutuhan keluarga, seperti kebutuhan air minum, mandi, cuci dan kakus (MCK) di kawasan Teluk Bintuni secara umum dan secara khusus di Distrik Aranday dan Babo sangat memprihatinkan dana tak layak bagi kesehatan.

Selain air yang kurang higienis, menurut Mia, masyarakat setempat kurang mau berkomunikasi dengan petugas puskesmas setempat. Jati, ketika terkena
diare, mereka tidak langsung datang ke Puskesmas,
tetapi mencari obat-obatan tradisional. Kalaupun akhirnya
berobat ke puskesmas, biasanya bagi penderita
sudah dalam keadaan gawat. Sehingga mereka yang
terkena penyakit diare ini biasanya sudah susah
tertolong lagi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap
air di kawasan Teluk Bintuni, umumnya di daerah
Aranday, terdapat colera altor. "Colera altor inilah yang menyebabkan diare,"kata Dr. Mia.

Untuk mengatasi wabah diare tersebut, pihak Dinas
Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Teluk
Bintuni bekerjasama dengan pihak perusahaan gas alam
cair, LNG Tangguh BP-Indonesia yang ada di daerah
tersebut terus berupaya menyediakan sumber-sumber air
bersih bagi masyarakat setempat. "Juga kami telah melakukan penyuluhan tentang pentingnya kebutuhan air bersih yang higienis bagi rumah tangga, serta pentingnya memperhatikan sanitasi,"katanya.

Cunding Levi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jelang Lebaran Bekasi Bentuk Tim Khusus Antraks
Erna Tidak Terkena Anthraks
Korban Antraks Bertambah Satu Lagi
Kambing Terkena Antraks Dibakar
Bekasi Antisipasi Masuknya Daging dari Bogor
Satu Korban Antraks Pernapasan Dikirim ke RSCM
NTB Diserang Antraks
Balita Terserang Campak, Dua Meninggal
Tujuh Warga Sukabumi Meninggal Karena Malaria
Daging Selundupan Marak di Pasar dan Swalayan
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003
Rabies di Indonesia 1998 - 2003
Daerah Endemis Antrax di Indonesia

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data