Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Papua

Bensin Langka di Kota Jayapura
Rabu, 29 September 2004 | 18:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jayapura:Belum selesainya masalah kelangkaan minyak tanah, masyarakat Jayapura kembali diresahkan dengan langkanya BBM jenis bensin sejak tiga hari belakangan ini.

Antrean panjang nampak di enam SPBU resmi yang ada di Kota Jayapura dan satu SPBU resmi di Kabupaten Jayapura. Di wilayah Kota Jayapura, khususnya di SPBU Kotaraja, SPBU Dok V dan SPBU Entrop, terlihat antrean pembeli bensin mencapai satu hingga dua kilometer lebih.

Malah di SPBU Sentani yang masuk dalam wilayah Kabupaten Jayapura, karena mengantre cukup lama dan melelahkan, terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan perkelahian antar-para pengantre BBM bensin tersebut. Akibatnya, sejumlah personel kepolisian disiagakan di seluruh SPBU yang ada, baik di Kabupaten Jayapura maupun di Kota Jayapura.

Ahmad, sopir angkutan umum jurusan Abepura-Entrop, mengaku sudah antre sejak pagi hari pukul 08.00 WIT, hingga pukul 17.00 WIT sore, Rabu (29/9), namun belum juga mendapat giliran.

“Mungkina nanti malam baru dapat. Coba lihat saja antrean panjang mobil di depan. Saya mau tanya, sebenarnya bagaimana kerja Pertamina ini, bensin bisa sampai habis dan kalau sudah sore seperti ini, akibatnya setoran saya berkurang karena penumpang sudah tidak ada lagi,” keluhnya. Hal ini diiyakan rekan seprofesinya bernama Marten, yang saat itu ikut nimbrung bersama sambil menunggu giliran.

Sedangkan menurut Akbar, ayah dua anak yang bekerja sehari-hari sebagai tukang ojek di daerah Abepura, dirinya telah semalaman mengantre untuk mendapatkan bensin.

“Saya harus membawa tampungan cadangan jeriken seperti ini,” katanya sambil menunjukkan dua buah jeriken minyak berukuran sepuluh liter.

Sementara itu, Kepala Humas PT Pertamina UPMS VIII Jayapura, Syaiful Bachri, yang dihubungi Tempo mengatakan bahwa kurangnya pasokan BBM di SPBU di Kota Jayapura karena terlambatnya kapal tanker MT Melahin P36 milik Pertamina masuk ke Jayapura.

“Kemungkinan BBM akan kembali normal pada Kamis (30/9). Keterlambatan pemasokan BBM dari Terminal Wayame, Ambon, karena cuaca buruk, terutama gelombang laut yang besar, di samping itu ada gangguan teknis pada kapal juga. Saya minta masyarakat memahami hal ini dan tidak perlu resah, karena pasokan BBM masih ada sekitar 150 ton, hanya saja untuk mengeluarkannya harus dikendalikan,” jelasnya.

Lita Oetomo - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

IMF: Presiden Baru Harus Jelaskan Langsung Kenaikan BBM
Pertamina Dukung Rencana Pencabutan Subsidi BBM
Pemerintah Beri Tiga Opsi Kebijakan BBM
ExxonMobil dan JOB Tuban Akan Tunjuk Konsultan Independen
Saat ini, Harga BBM Dimungkinkan Naik
Kapal Tangker Pembawa BBM Pertamina Terbakar
Pertamina Minta Tes Produksi Migas Lapangan Sukowati Diteruskan
Pertamina Diminta Olah Limbah B3 di Balongan
Indonesia Kekurangan Tujuh Kargo LNG
Kapal Tanker Bocor, Minyak Mentah Genangi Perairan Cilacap
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data