|
Papua
Satu Warga Tewas Akibat Bentrok di Timika
Kamis, 15 Juli 2004 | 12:53 WIB
TEMPO Interaktif, Mimika:Bentrok dua kelompok warga di Kelurahan Harapan Kwamki Lama, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua akhirnya menewaskan satu warga.
Menurut informasi yang didapat Koran Tempo di Timika, korban bernama Oktovianus Komagal meninggal akibat luka yang diderita pada bagian dada sebelah kanan dan menembus ke punggung sebelah kirinya saat terjadinya bentrokan pada Rabu (14/7) pagi di Jalan Freeport Lama. Ia meninggal pada sore harinya sekitat pukul 17.35 WIT.
Saat bentrok hebat itu, aparat dari Polres Mimika dan Den B Brimob Polda Papua berusaha menghalau massa yang mulai terlihat emosional. Namun, ratusan warga dari kedua kelompok bertikai tak mengindahkan imbauan aparat, sehingga berulang kali pihak keamanan melepaskan tembakan ke udara guna membubarkan konsentrasi massa.
Hanya saja, secara tiba-tiba korban Oktovianus yang ikut dalam perang terlihat tersungkur dengan berlumuran darah di tubuhnya. Oktovianus pun meninggal dunia akibat luka yang dideritanya itu.
Meninggalnya Oktovianus itu menyulut emosi warga dari Kelompok Bawah, salah satu kelompok yang
bertikai. Kelompok pimpinan Decky Murib ini kemudian melakukan serangan kepada aparat kepolisian, khususnya mereka yang berpakaian preman.
Akibatnya, sejumlah personel intelijen yang sejak peristiwa bentrok terjadi berada di lokasi kejadian kalang kabut diserang ratusan massa dengan menggunakan panah, tombak dan sejumlah senjata tajam lainnya.
Selain itu, warga dari Kelompok Bawah ini juga merusak enam kendaraan roda dua milik aparat keamanan yang ditinggalkan pemiliknya dan juga satu unit mobil patroli milik Polres Mimika yang diparkir tak jauh dari lokasi bentrokan.
Tak puas merusak kendaraan, warga juga melakukan pemblokiran terhadap seluruh jalan yang menuju ke Kelurahan Harapan, di mana bentrok antar warga ini terjadi. Akibatnya, seluruh aktivitas warga lumpuh total. Warga juga menyatakan kalau kelurahan mereka itu tertutup semua pihak.
Berdasarkan data dari Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, korban Oktovianus meninggal diduga akibat luka di dada sebelah kanan dan menembus punggung kiri yang banyak mengeluarkan darah. Luka ini berdiameter kurang lebih 1 sentimeter, baik di bagian dada kanan maupun yang menembus di punggung kirinya.
Menurut Wakapolres Mimika, Kompol Rhinto Prastowo SIK saat dikonfirmasi, hingga saat ini kematian korban belum bisa dipastikan apakah terkena peluru nyasar dari polisi atau penyebab lainnya. Apalagi benda yang menyebabkan dada kanan korban terluka hingga tembus ke punggung kiri belum dapat diidentifikasi. "Hingga saat ini kami juga belum dapat keterangan secara resmi dari rumah sakit," terangnya Kamis (15/7).
Sementara itu untuk mencegah kemungkinan meluasnya bentrokan susulan tersebut, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Drs Tommy T Jacobus memerintahkan jajaran Polres Mimika untuk segera melakukan operasi penertiban (razia) terhadap senjata tajam (sajam). "Kami telah berupaya maksimal untuk mendamaikan kedua pihak dengan ditandai pelepasan tali anak panah di Lapangan Sepak Bola Kwamki Lama pada Selasa (15/6) bulan lalu. Tapi rupanya upaya damai itu dilanggar," terangnya.
Kemungkinan motif yang mengakibatkan bentrokan tersebut, kata Tommy, akibat dipicu ulah provokator hingga membuat pihak keluarga salah satu kelompok menuntut kembali uang kepala kepada pihak keluarga Wemum atau penyelenggara perang terhadap meninggalnya Umo Alom dalam perang sebulan lalu.
"Memang salah satu kelompok sempat datang ke Jayapura dengan membawa segala proposal dan permintaan tuntutan adat kepada Kapolda, tapi secara logika ini tidak masuk di akal. Apalagi mereka minta jumlah besar sampai miliaran. Sedangkan pihak Pemda juga sudah tak mau ambil pusing karena ini sudah di luar kemampuan mereka," terangnya.
Cunding Levi - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|