|
Papua
Dua Tewas dalam Kerusuhan Timika
Senin, 07 Juni 2004 | 19:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dua korban tewas kerusuhan antara suku Nduga dan Damal di Kelurahan Harapan, Kwamki Lama, Kabupaten Mimika, pada Sabtu (5/6). Mereka adalah Pandinan Alom, 20 tahun dan Jumar Murib, 25 tahun, yang tewas akibat terhujam anak panah di leher mereka.
Selain korban tewas, menurut petugas medis di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika, pihak rumah sakit telah menerima 49 korban pertikaian kedua suku tersebut. Pihak rumah sakit telah melakukan operasi kepada dua orang korban yang gawat.
Kerusuhan tersebut bermula dari pembunuhan di Kompleks Inamco di daerah Satuan Pemukiman (SP) XIII di Kampung Bhintuka, Distrik Kuala Kencana, Kamis (20/5) lalu.
Ketika itu, seorang lelaki bernama Matias Murib, 42 tahun, dari Suku Damal meninggal akibat sebuah anak
panah menembus paha kanannya dan mengenai nadi korban. Matias sempat dilarikan ke RSMM oleh kelurganya, namun tak tertolong.
Anak panah yang menewaskan Matias ini diduga milik Jimmy Murib dari Suku Nduga, yang keduanya masih punya hubungan keluarga.
Adapun penyebab Jimmy memanah Matias, karena curiga kematian salah satu keluarga Jimmy bernama Novi
Kum, karena diracun. Menurut Jimmy, pelaku yang telah memberi racun Novi Kum, dapat ditemukan dengan upacara adat, yakni pelepasan anak panah. Nah, anak panah inilah yang menewaskan Matias.
Mengetahui sasaran panahnya meninggal, Jimmy melarikan diri ke rumah keluarganya di Jalan Mambruk Jalur I, Kampung Harapan, Kwamki Lama, Distrik Mimika Baru. Pihak keluarga Jimmy menolak menyerahkan Jimmy ke Polres Mimika.
Akibatnya, pihak keluarga Matias marah dan merasa dilecehkan. Pada Sabtu (5/6) itu, sekitar pukul 03.00 WIT, keluarga Matias menyerang kompleks Suku
Nduga, tempat Jimmy bersembunyi.
Kerusuhan berhasil dihentikan polisi. Keesokan harinya, Minggu (6/6), situasi di lokasi kerusuhan berangsur normal. Hanya, terjadi pengumpulan massa di beberapa tempat.
Cunding Levi - Tempo News Room
Data Para Korban Pertikaian Dua Suku di Timika
1. Pendinan Alom (meninggal dunia)
2. Juan Murib (meninggal dunia)
3. Joni Biru (luka di kaki kanan)
4. Daniel Dalone (luka di paha kanan)
5. Benny Suwatme (luka di jari kanan)
6. Altius Karong (luka di ibu jari)
7. Elianus Touw (luka di pantat kanan)
8. Kol Magokal (luka di tangan kiri tembus)
9. Yau Mom (luka di betis kanan)
10. Yohanis Magal (luka di betis kiri)
11. Yani Sinaratme (luka di di lengan kanan)
12. Alkinus Magal (luka di kepala)
13. Prius Murib (luka di lambung kanan)
14. Yunus Magal (luka di kepala)
15. Niko Agasme (luka di kaki kanan)
16. Soni Primat (luka di paha kanan)
17. Konike Waker (luka di kepala kanan)
18. Matias Yoniap (luka di paha kiri)
19. Rafael Yaninap (luka di paha kiri)
20. Una Togoya (luka di perut kanan)
21. Jerius Waker (luka di kaki kanan)
22. Stela Wandilu (luka di kaki kanan)
23. Yoi Murib (luka di dada)
24. Iskandar Kokae (luka di siku kiri)
25. Niko Dinu Wandikbo (luka di telapak kaki kiri)
26. Rudi Nogai (luka di kaki kanan)
27. Sayori Tabuni (luka di kaki kanan)
28. Daud Wandiek (luka di paha kiri)
29. Febi Komagal (luka di kaki kanan)
30. Niko Tugubae (luka di paha kanan)
31. Seworatme (luka di bahu kiri)
32. Aleks Murib (luka di paha kanan)
33. Jhoni Murib (luka di kaki kiri)
34. Krawau mUrib (luka di ketiak kiri)
35. Amio Lagoya (luka di pantat kanan)
36. Denus Tabuni (luka di kaki kanan)
37. Neis Murib (luka di perut)
38. Nagal Agobal (luka di paha kanan)
39. Soni Tabuni (luka di kaki kanan)
40. Matius Weka (luka di perut dan tulang rusuk)
41. Daud Murib (luka di kaki kiri)
42. Mogo Murib (luka di betis kiri)
43. Nowo Tabuni (luka di bahu kiri)
44. Organes Orguangge (luka ringan di tubuh)
45. Daud Tabai (luka di kaki kiri)
46. Daris Lagoya (luka di kaki kiri)
47. Eli Murib (luka di kaki kiri)
48. Krenimus (luka di leher kiri)
49. Jonatan Kula (luka di kaki kiri)
50. Jhon Waker (luka di kaki kiri)
51. Robias Kaka (luka di tangan kiri)
52. Lilaur Murib (luka di kaki kiri)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|