Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Papua

Pemulihan Nabire Perlu Satu Bulan
09 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jayapura:Penduduk Nabire, Papua, masih merasa takut berada di dalam rumah akibat gempa yang terus mengguncang wilayahnya selama tiga hari terakhir. Kegiatan masyarakat di kota itu lumpuh.

"Para pegawai negeri sipil selama masih ada gempa susulan akan diliburkan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Papua Decky Asmuruf kepada Tempo News Room kemarin.

Gempa pertama yang mengguncang Nabire dengan kekuatan 6,91 skala Richter, Jumat lalu, meruntuhkan ratusan bangunan, memutuskan sejumlah jalan dan jembatan, merusak jaringan listrik dan telepon, serta fasilitas umum lainnya.

"Untuk dapat memulihkan keadaan fasilitas umum yang rusak agar dapat dipergunakan kembali oleh masyarakat perlu waktu sekitar satu bulan," kata Decky.

Di antara fasilitas umum yang rusak itu adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, Radio Republik Indonesia (RRI), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Telkom, Pertamina, Dolog, Lembaga Permasyarakatan (LP), dan gedung DPRD Kabupaten Nabire.

Menurut Decky, "Kesemuanya itu merupakan fasilitas yang amat vital bagi penduduk kota Nabire dan sekitarnya."

Selain itu, juga ada sekitar tujuh gedung SD, empat SMP, empat SMU, dan 1 puskesmas yang hingga saat ini tidak dapat dipergunakan sama sekali. Tujuh ruas jalan di kota Nabire dan delapan jembatan rusak, pelabuhan laut retak, lapangan udara Nabire juga retak sepanjang 250 meter, dan sekitar 150 rumah penduduk rusak parah.

Kerugian material akibat gempa itu, menurut Decky, sekitar Rp 360 miliar. "Ini berdasarkan hasil kunjungan saya ke kota Nabire pada Sabtu (7/2)," katanya.

Untuk memperbaiki berbagai kerusakan, ia mengatakan, perlu dana sekitar Rp 250 miliar.

Kerusakan pada PLN dan Telkom cukup parah karena robohnya tiang-tiang, putusnya kabel, dan kerusakan gedung. Hingga kemarin, sambungan telepon ke dan dari Nabire masih susah akibat kerusakan jaringan dan padatnya lalu lintas sambungan.

PLN Kabupaten Nabire telah mengumumkan kepada masyarakat di daerah itu bahwa listrik akan mengalami gangguan selama seminggu. Ketiadaan listrik menambah penderitaan warga yang terpaksa mengungsi ke tenda-tenda penampungan. Apalagi kemarin hujan deras mengguyur kota yang sedang dirundung bencana itu.

Untuk menangani korban gempa, Pemerintah Provinsi Papua telah mengirimkan sejumlah tenaga medis dan obat-obatan. Pemerintah daerah juga mendatangkan dua tenaga dokter dari Jayapura dan empat orang dokter spesialis bedah dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla yang berkunjung ke Nabire, Sabtu lalu, langsung memberikan bantuan uang Rp 1 miliar, sedangkan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah memberi Rp 200 juta. Menteri Sosial juga akan memberikan bantuan berupa 400 karton mi dan 50 ton beras kepada para korban.

Sementara itu, gempa susulan kemarin masih terjadi pada pagi dan petang hari. Pada pukul 06.27 WIT, menurut Badan Meteorologi dan Geofisika Balai Wilayah V Papua, terjadi gempa berkekuatan 5,3 skala Richter dengan kedalaman 33 kilometer di bawah permukaan tanah.

Pusat gempa berada 187 kilometer arah barat daya Nabire pada koordinat 4,13 derajat Lintang Selatan (LS) dan 133,9 derajat Bujur Timur (BT).

Pada pukul 17.58 WIT terjadi lagi gempa susulan yang lebih keras, berkekuatan 5,9 skala Richter, dengan kedalaman 45 kilometer. Pusat gempa berada 71 kilometer barat daya kota Nabire dengan posisi 4,0 derajat LS dan 135,4 derajat BT.

"Gempa tersebut dapat dirasakan oleh manusia di kota Nabire pada V-VI MMI (Modification Marcely Intensity)," kata Margiono, Pelaksana Tugas Subseksi Geofisika di Badan Meteorologi dan Geofisika Balai Wilayah V Papua.

Margiono mengemukakan, hingga kemarin petang ada 35 kali guncangan susulan dari gempa hari pertama (Jumat, 6/2) di kota Nabire.

Dia menjelaskan, secara historis setelah terjadi gempa besar, akan terjadi gempa susulan yang lebih kecil. Di Papua ada dua lempengan, kata dia, yakni lempengan Pasifik dan lempengan Australia. Letak lempengan Australia berada di atas lempengan Pasifik.

"Gempa yang terjadi di kota Nabire akibat pergeseran dari lempengan tersebut," dia menjelaskan.

Cunding Levi/Lita Oetomo - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Dua Gempa Susulan Terjadi di Nabire
Pemerintah Bantu Rp 1,5 M untuk Korban Gempa Nabire
Gempa Susulan Terjadi di Nabire, Korban Tewas Bertambah
Nabire Hancur Diguncang Gempa
Gempa di Nabire Tewaskan 22 Orang

 
Berita papua Lainnya

Di Papua, Golkar dan PDIP Langgar Aturan Kampaye
(Senin, 29/03/2004 | 23:17 WIB)
22 Parpol Akan Pawai Keliling Kota Timika
(Rabu, 10/03/2004 | 11:48 WIB)
Satu Korban Demam Berdarah di Papua Meninggal
(Selasa, 02/03/2004 | 20:01 WIB)
Roda Pemerintahan di Nabire Lumpuh
(Selasa, 10/02/2004 | 10:27 WIB)
Korban Gempa Nabire: 27 Meninggal
(Senin, 09/02/2004 | 11:45 WIB)
Pemulihan Nabire Perlu Satu Bulan
(Senin, 09/02/2004 | 09:04 WIB)
Pemerintah Bantu Rp 1,5 M untuk Korban Gempa Nabire
(Minggu, 08/02/2004 | 18:07 WIB)
Gempa Susulan Terjadi di Nabire, Korban Tewas Bertambah
(Sabtu, 07/02/2004 | 20:51 WIB)
Nabire Hancur Diguncang Gempa
(Sabtu, 07/02/2004 | 18:40 WIB)
Empat Caleg Akui Berijazah Palsu
(Sabtu, 31/01/2004 | 17:11 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data