Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Bantu Rp 1,5 M untuk Korban Gempa Nabire
08 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah memberikan bantuan Rp 1,5 miliar untuk korban gempa di Nabire, Papua. Bantuan diserahkan saat ada kunjungan tiga menteri bersama Gubernur Papua Drs. J.P. Solossa ke lokasi gempa, Sabtu (7/2).

Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Yusuf Kalla menyerahkan bantuan Rp 1 miliar, Menteri Permukiman Prasarana Wilayah Sunarno Rp 300 juta dan Gubernur Maluku Karel Ralahalu sebesar Rp 300 juta. Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah juga ikut bersama rombongan Kalla.

"Jumlah keseluruhan dana bantuan yang pemerintah serahkan sebesar Rp 1,5 Miliar rupiah. Dana itu diterima langsung oleh Bupati Nabire, Drs. A. .P Youw," kata Solossa kepada wartawan usai menyerahkan dana itu, Sabtu (7/2).

Menurut Gubernur, selain bantuan dana itu, Dolog Papua juga menyerahkan bantuan bahan makanan berupa beras dan gula sebanyak 360 kilogram.

Pada kesempatan itu Bupati Nabire Drs. AP Youw melaporkan bahwa korban meninggal dunia adalah 25 orang, luka berat 110 orang, dan luka ringan 72 orang. Fasilitas milik pemerintah dan penduduk yang rusak di antaranya 14 gedung sekolah dan delapan jembatan ambruk. Begitu juga dengan gedung Telkom, PLN, RRI Nabire, Kantor Lapas, 11 gereja, tujuh masjid, pura, dan sepuluh vihara serta sejumlah tokoh barang kelontong.

Sementara itu, RSUD Nabire yang juga rusak tak mampu menampung korban luka berat dan ringan. Akibatnya, petugas medis merawat para korban itu di tenda darurat yang didirikan di halaman rumah sakit.

Sampai Minggu (6/2), masyarakat Nabire masih trauma dengan gempa bumi yang menelan puluhan korban jiwa dan melukai ratusan warga serta memporakporandakan bangunan itu. Karena itu, banyak masyarakat yang lebih suka membuat tenda darurat di halaman rumah, bahkan sampai di jalan raya.

"Kami masih trauma, selain itu kami juga takut terjadi gempa susulan," kata Agustina Douw, guru SD Inpres Girimulyo Nabire. Dia mengaku rumahnya yang terletak di Jalan Ampera, Nabire, retak-retak di bagian belakang.
"Syukur kepada Tuhan, kami masih bisa selamat," ungkapnya.

Marselus Dou - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Gempa Susulan Terjadi di Nabire, Korban Tewas Bertambah
Nabire Hancur Diguncang Gempa
Gempa di Nabire Tewaskan 22 Orang
Gempa Susulan Diprediksi akan Terjadi di Bali dan Lombok
Gempa Susulan di Selat Lombok

 
Berita papua Lainnya

Di Papua, Golkar dan PDIP Langgar Aturan Kampaye
(Senin, 29/03/2004 | 23:17 WIB)
22 Parpol Akan Pawai Keliling Kota Timika
(Rabu, 10/03/2004 | 11:48 WIB)
Satu Korban Demam Berdarah di Papua Meninggal
(Selasa, 02/03/2004 | 20:01 WIB)
Roda Pemerintahan di Nabire Lumpuh
(Selasa, 10/02/2004 | 10:27 WIB)
Korban Gempa Nabire: 27 Meninggal
(Senin, 09/02/2004 | 11:45 WIB)
Pemulihan Nabire Perlu Satu Bulan
(Senin, 09/02/2004 | 09:04 WIB)
Pemerintah Bantu Rp 1,5 M untuk Korban Gempa Nabire
(Minggu, 08/02/2004 | 18:07 WIB)
Gempa Susulan Terjadi di Nabire, Korban Tewas Bertambah
(Sabtu, 07/02/2004 | 20:51 WIB)
Nabire Hancur Diguncang Gempa
(Sabtu, 07/02/2004 | 18:40 WIB)
Empat Caleg Akui Berijazah Palsu
(Sabtu, 31/01/2004 | 17:11 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data