Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Papua

Empat Buruh Tewas dalam Serangan TPN/OPM
07 November 2003

TEMPO Interaktif, Jayapura:Aksi anggota Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang diduga dari kelompok Titus Murib, pada Senin (3/11) sekitar pukul 05.00 WIT di Desa Ugimba, Distrik Sugapa, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua, menimbulkan korban jiwa empat orang buruh proyek permukiman.

Rabu (5/11) lalu, masyarakat Ugimba, Distrik Sugapa, melakukan evakuasi terhadap empat korban penyerangan tersebut. Evakuasi yang dilakukan sekitar pukul 16.00 WIT di kaki Gunung Gressberg berhasil membawa korban keluar dari hutan belantara di wilayah Paniai tersebut.

Para korban, di antaranya Bangge (25), karyawan CV Syaloom, yang meninggal dunia akibat luka tembak pada kepala, Kondo (25) karyawan CV Syaloom yang meninggal dunia akibat tertembus peluru pada leher bagian kiri, Nuwung (27) dan Sondak (23), karyawan CV Syaloom, yang keduanya tertembak pada bagian punggung dan mengakibatkan kematian.

Sementara itu, korban lain, yang terdiri dari anggota Polsek Sugapa, Bripda Hendrik Balalembang (23) yang terkena tembak di bagian lutut, Bripda Listoyo Wardoyo (25), Soleman (27) karyawan CV Syaloom yang terkena panah di bagian pinggang, dan Panggalo Sampe (45) karyawan CV Syaloom bagian operator sensor yang mengalami luka tembak di bagian perut.

"Ketiga korban luka tembak dan terkena panah ini, serta keempat buruh yang meninggal dunia, telah berada di Rumah Sakit Paniai," kata Wakil Bupati Paniai, Naftali Yogi S.Sos, saat dihubungi Koran Tempo melalui telepon satelitnya, Jumat (7/11) pagi.

Selain itu, dua orang buruh, Yohanes Kaga (45/L), Direktur CV Syaloom, dan Rangga (25/L), belum dapat diketahui kabarnya. "Sejumlah kalangan memperkirakan kedua korban tersebut hanyut di Sungai Kemabu atau disandera TPN/OPM. Tetapi bagaimanapun, kami tetap akan melakukan pencarian kepada kedua orang karyawan CV Syaloom tersebut dengan dibantu satu peleton pasukan gabungan dari TNI dan Polri," ujarnya.

Pada hari Rabu (5/11), Wakil Bupati Pania Naftali Yogi S.Sos, Kapolres Paniai AKBP Moch Son Ani, Dandim Paniai Letkol TNI Totok S, bersama satu peleton pasukan gabungan TNI dan Polri tengah berada di Desa Ugimba.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Papua, Drs. Jaap Solossa sangat menyayangkan penyerangan di Distrik Sugapa. Menurutnya, hal ini mencoreng nilai-nilai kemanusiaan. Namun dirinya belum bisa menjelaskan motif pemicu peristiwa di Ugimba tersebut.

"Apalagi lokasi kejadian di daerah pedalaman yang sangat menyulitkan dalam memperoleh informasi. Namun dugaan sementara, motifnya itu bahwa para penyerang ini sepertinya kehabisan bahan makanan. Sehingga mereka menyerang para pekerja itu," jelasnya.

Untuk itu, Solossa berharap agar pihak keamanan, aparat pemerintah setempat, dan para pekerja yang berada di daerah-daerah pedalaman agar meningkatkan kewaspadaan. "Bila perlu, jika ada proyek atau pekerjaan yang lokasinya berada di daerah pedalaman yang dianggap rawan, maka perlu pekerja itu meminta bantuan pengamanan dari Polda atau Kodam," ujarnya.

Selain itu, Solossa mengharapkan kepada semua masyarakat Papua, khusus mereka yang berada di daerah pedalaman agar tak terpengaruh dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sekolompok orang yang hendak mengacaukan daerah Papua ini. "Tapi bila perlu masyarakat harus membantu pihak keamanan melacak orang yang tak bertanggung jawab itu," ujarnya.

Lita Oetomo - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Empat Buruh Tewas dalam Serangan TPN/OPM
Panglima: Belum Semua Dilumpuhkan
TNI Tembak Mati 10 Anggota Kelompok Separatis
Status Perwakilan TPN/OPM di Vanuatu Ditingkatkan
Mendagri Kucurkan Dana Otsus Papua Rp. 1,4 Triliun

 
Berita papua Lainnya

Di Papua, Golkar dan PDIP Langgar Aturan Kampaye
(Senin, 29/03/2004 | 23:17 WIB)
22 Parpol Akan Pawai Keliling Kota Timika
(Rabu, 10/03/2004 | 11:48 WIB)
Satu Korban Demam Berdarah di Papua Meninggal
(Selasa, 02/03/2004 | 20:01 WIB)
Roda Pemerintahan di Nabire Lumpuh
(Selasa, 10/02/2004 | 10:27 WIB)
Korban Gempa Nabire: 27 Meninggal
(Senin, 09/02/2004 | 11:45 WIB)
Pemulihan Nabire Perlu Satu Bulan
(Senin, 09/02/2004 | 09:04 WIB)
Pemerintah Bantu Rp 1,5 M untuk Korban Gempa Nabire
(Minggu, 08/02/2004 | 18:07 WIB)
Gempa Susulan Terjadi di Nabire, Korban Tewas Bertambah
(Sabtu, 07/02/2004 | 20:51 WIB)
Nabire Hancur Diguncang Gempa
(Sabtu, 07/02/2004 | 18:40 WIB)
Empat Caleg Akui Berijazah Palsu
(Sabtu, 31/01/2004 | 17:11 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data