|
Papua
Demo Tolak Pemilihan Bupati Wamena
06 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jayapura: Ratusan orang, gabungan masyarakat Jayawijaya-Wamena dan mahasiswa Jayawijaya-Wamena, sekitar pukul 11.00 WIT mendatangi Kantor Gubernur di Dok II-Jayapura, Senin (6/10). Massa yang dipimpin Methias Gombo ini datang ke Kantor Gubernur Papua dengan alasan menolak pemilihan Bupati Jayawijaya di Wamena, pada tanggal 9 Oktober mendatang. Karena ada isu, pemilihan mendatang akan rusuh.
Massa yang memenuhi pelataran parkir Kantor Gubernur tersebut, datang menggunakan puluhan bus dan truk. Mereka membawa pamflet dan spanduk, yang antara lain berisi tulisan "Pemilihan Bupati Jayawijaya di Pilih Setelah Pemilu", "DPRD Jayawijaya Tugasnya Bukan Mencuri Uang Rakyat", "Masyarakat Jayawijaya Menderita Kemiskinan".
Setelah melakukan orasi, sekitar pukul 15.00 WIT, massa berdialog dengan Wakil Gubernur Papua, Constan Karma. "Saya akan memberitahukan aspirasi ini kepada Gubernur dan DPRD Papua. Saya juga mengerti hati masyarakat dan mahasiswa Jayawijaya," jelas Karma.
Selain itu, Karma juga mengatakan kepada wartawan usai menemui ratusan massa, bahwa dalam pemilihan bupati di Wamena nanti, mereka khawatirkan akan terjadi konflik di dalam masyarakat. Karena ada pendukung pro dan kontra. "Masyarakat Jayawijaya tidak ingin ada konflik dalam pemilihan ini," jelasnya.
Lebih jauh, Karma menyatakan, penolakan ini harus dibicarakan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jayawijaya. Dia menegaskan sekarang ini, dia hanya dapat menjaga proses pemilihan bupati dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, untuk pengamanan aksi demo yang sempat memanas sekitar pukul 14.00 WIT, Polres Jayapura menurunkan satu pleton pasukan. Unjuk rasa berakhir sekitar pukul 16.00 WIT ini.
Lita Oetomo - Tempo News Room
|